Seberapa Efektif Infrastruktur Dongkrak Daya Tarik Properti?

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Kamis, 09 Jun 2022 18:08 WIB
Pembangunan rumah susun sewa (Rusunawa) Pasar Rumput terus dilakukan, Selasa (13/3/2018). Proyek tersebut ditargetkan selesai pada Desember 2018.
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Dalam membeli properti biasanya masyarakat memperhatikan infrastruktur dan fasilitas penunjang di kawasan tersebut.

Hal ini karena dengan infrastruktur yang baik dan fasilitas yang lengkap akses mobilitas akan lebih mudah dan nilai jual akan menjadi lebih tinggi.

Salah satunya yang dilakukan PT Mitra Abadi Utama di Kota Podomoro Tenjo melakukan pembangunan perlintasan tidak sebidang dengan kerata api (flyover) dan jembatan penyeberangan orang di Desa Tenjo, Kecamatan Tenjo.

Ini merupakan upaya untuk memudahkan mobilitas masyarakat Tenjo agar mudah menjangkau wilayah lain.

Plt Bupati Bogor Iwan Setiawan menjelaskan dengan pembangunan flyover dan JPO ini bisa berdampak pada pergerakan ekonomi domestik.

"Saya berharap pembangunan flyover dan JPO di wilayah Tenjo yang didukung oleh Agung Podomoro ini dapat terealisasi dengan baik dan sesuai target. Semoga dengan adanya fasilitas ini dapat mendukung mobilitas masyarakat dan menggerakkan perekonomian Kabupaten Bogor," jelas dia.

Direktur Utama PT Mitra Abadi Utama Noer Indradjaja menjelaskan Kota Podomoro Tenjo, berupaya mengembangkan wilayah dan menggerakan ekonomi daerah. "Pembangunan infrastruktur flyover dan JPO di wilayah Tenjo diharapkan dapat memberikan manfaat luas bagi masyarakat wilayah Tenjo dan sekitarnya baik dari aspek ekonomi maupun sosial," jelas Noer.

Dia menyebut infrastruktur transportasi yang mumpuni akan menggerakkan sektor strategis ekonomi domestik yang pada akhirnya akan mendukung perkembangan ekonomi nasional. Sementara dari aspek sosial meningkatkan efisiensi interaksi antar masyarakat.

General Manager Marketing Kota Podomoro Tenjo Yoga Gunawan mengatakan pihaknya mendukung penuh pembangunan flyover dan JPO di wilayah Tenjo. Menurut Yoga, Kota Podomoro Tenjo optimis dapat menyelesaikan pembangunan ini sesuai dengan target. Apalagi, Kota Podomoro Tenjo terbukti telah melakukan progress pembangunan yang sangat cepat sejak diluncurkan pada 2020 lalu.

"Kota Podomoro Tenjo berkomitmen mempercepat progres pembangunan baik untuk hunian maupun fasilitas di wilayah sekitar hunian. Ini adalah upaya kami untuk memenuhi kebutuhan hunian bagi masyarakat produktif masa kini," ujar Yoga.

Diproyeksikan sebagai The Next Serpong, kawasan emas properti Kota Podomoro Tenjo hadir dengan fasilitas yang lengkap dan mumpuni untuk kebutuhan penghuni. Hal ini disambut baik oleh masyarakat, terbukti dengan Kota Podomoro Tenjo telah terjual mencapai 3.700 unit. Kota Podomoro Tenjo laris manis terjual dengan harga mulai dari Rp 200 jutaan.

"Selain dapat mengurai kemacetan, flyover dan JPO ini dapat menjadi fasilitas penyebrangan yang aman bagi masyarakat. Ini akan meningkatkan kualitas hidup beyond happiness dan rasa aman khususnya bagi penghuni Kota Podomoro Tenjo," jelas Yoga.

Pembangunan flyover dan JPO terletak di dekat stasiun Tenjo dan akan membentang melintasi rel kereta api sehingga memudahkan masyarakat yang akan melintasi area tersebut. Hadirnya flyover dan JPO ini, menurut Yoga, dapat menjadi solusi untuk mengurai kepadatan, mengingat di area ini banyak aktivitas karena adanya stasiun, pasar tradisional dan pangkalan angkutan umum.

(kil/dna)