Pandemi Mulai Reda, Pengembang Mulai Jor-joran Jual Properti

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Minggu, 12 Jun 2022 16:22 WIB
dHouse Hunter Setu Bekasi
Foto: d'House Hunter Setu Bekasi (Kholida Qothrunnada/detikcom)
Jakarta -

Pengembang kembali menggenjot bisnis ketika pandemi COVID-19 mulai reda. Mereka pun mulai memasarkan proyek-proyek barunya.

Sebelumnya, sektor properti lesu di masa pandemi. Dewan Kehormatan Asosiasi Real Estate Broker Indonesia (AREBI) Jawa Barat Asep Ahmad Rosidin mengungkapkan, bisnis properti sudah kembali meningkat. Dia tak memungkiri, dampak pandemi Covid-19 sempat menyebabkan bisnis properti lesu. "Semua sektor industri kaget akibat pandemi, bukan hanya properti," ucap Asep beberapa waktu lalu.

Perihal faktor yang menyebabkan bisnis properti lesu saat itu, menurut Asep, bukan daya beli masyarakat. Dia berpandangan, saat jumlah kasus Covid-19 tinggi, masyarakat khawatir beraktivitas di luar rumah. Pada saat bersamaan, kebanyakan pegawai perusahaan properti bekerja dari rumah (work from home).

Kini, pengembang sudah mulai tancap gas. Salah satunya pengembang Millennium City, kawasan township seluas 1.388 ha di Serpong, Tangerang. Pengembang ini menggandeng sejumlah bank yakni Bank BRI, Bank BTN, Bank BCA, dan Panin Bank untuk fasilitas KPR konsumennya.

Pengembang telah menandatangani akta jual beli (AJB) kepada 400 lebih pembeli, dari 600 lebih konsumen yang sudah menerima unit rumah yang dipesan.

"Rata-rata 100 unit rumah kami AJB-kan setiap bulannya sejak awal tahun 2022," jelas Direktur Millennium City Jason Tan katanya dalam keterangan tertulis, Minggu (12/6/2022).

Ditambahkan Jason Tan, serah terima unit rumah sudah mulai dilakukan di awal tahun 2021 awal dan proses AJB sudah bisa dilakukan pada tahun 2022. Jadi, kata dia, hanya satu tahun dari serah terima sudah bisa pecah sertifikat dan AJB.

Hunian ini Tol Lingkar Luar Jakarta (JOOR 2) serta dekat dengan 3 stasiun KRL Commuter Line membuat akses dari dan menuju Millennium City sangat baik. Kawasan ini juga akan dikembangkan tiga pusat bisnis baru masing-masing seluas 50 ha untuk CBD utama, 30 ha CBD 2 dan 25 ha CBD 3. Hunian ini dibanderol mulai dari harga Rp 300 jutaan.

"Sebagai pengembang dengan proyek kota baru yang baru berusia 4 tahun, Millennium City kami kembangkan harus lebih baik dari proyek kota baru sebelumnya yang sudah mulai dikembangkan sejak tahun 1980. Kami menyediakan dan menyempurnakan fasilitas yang dibutuhkan," sambung Ismet Natakarmana, konsultan yang ditunjuk ikut membantu pemasaran unit rumah di Millennium City.



Simak Video "Start Bisnis Properti Modal UMR"
[Gambas:Video 20detik]
(acd/zlf)