Ibu Kota Pindah ke Kaltim: Jakarta Jadi Pusat Bisnis, Bogor Pusat Hunian

ADVERTISEMENT

Ibu Kota Pindah ke Kaltim: Jakarta Jadi Pusat Bisnis, Bogor Pusat Hunian

- detikFinance
Rabu, 22 Jun 2022 10:40 WIB
Anggaran dana Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) untuk kredit pemilikan rumah (KPR) tahun ini telah terserap sebanyak Rp 3,2 triliun dari Rp 3,6 triliun.
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Fokus DKI Jakarta menjadi pusat ekonomi dan bisnis pasca perpindahan ibu kota negara (IKN) bakal mendorong pertumbuhan wilayah-wilayah penyangga. Saat barat dan timur DKI Jakarta akan menopang aspek ekonomi, wilayah selatan DKI Jakarta diproyeksikan bakal menjadi pusat pertumbuhan residensial.

Ketua Bidang Properti dan Kawasan Ekonomi Apindo Sanny Iskandar dalam Bisnis Indonesia Forum Group Discussion yang berjudul "Membedah Peluang Pengembangan Properti Residensial di Kawasan Sunrise" di Jakarta Selasa (21/6) menjelaskan, pengembangan wilayah-wilayah penyangga DKI Jakarta juga akan seturut dengan karakteristik wilayahnya masing-masing.

"Di Barat Jakarta wilayah Serpong Tangerang sudah lebih dulu menjadi pusat residensial, dan mulai berkembang menjadi wilayah perdagangan. Sementara di Timur Jakarta wilayah Kota Bekasi juga bahkan saat ini sudah padat, lebih jauh lagi ke Cikarang sudah menjadi kawasan industri. Nah di Selatan cocok untuk pengembangan residensial, pariwisata," jelas Sanny.

Jika dibandingkan dua wilayah penyangga tersebut, Sammy menambahkan Bogor memang memiliki keunggulan misalnya dari topografi wilayahnya yang berada di pegunungan, dan memberikan kesejukan yang menjadi nilai tambah buat kawasan-kawasan hunian yang dibangun di sana.

Keunggulan-keunggulan ini yang menurut Sanny bakal mendorong pergeseran pertumbuhan properti residensial mengarah ke Bogor. Apalagi sejumlah pengembang-pengembang besar saat ini juga mulai membidik Bogor sebagai target ekspansinya, terutama di segmen hunian menengah atas.

Merujuk data rumah.com Indonesia Property Market Index kuartal IV-2021, pencarian rumah di Bogor tumbuh paling pesat dibandingkan wilayah-wilayah lain di Jabodetabek mencapai 21,84%. Menariknya pencarian rumah tertinggi berada pada segmen rumah menengah atas dengan kisaran harga Rp 1,5 - 4 milliar.

Bersambung ke halaman selanjutnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT