ADVERTISEMENT

Harga Rumah Mahal, Sri Mulyani Sebut Masyarakat Pilih Tinggal dengan Mertua

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Rabu, 06 Jul 2022 11:31 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati
Harga Rumah Mahal, Sri Mulyani Sebut Masyarakat Pilih Tinggal dengan Mertua/Foto: Eduardo Simorangkir
Jakarta -

Harga rumah setiap tahunnya terus mengalami peningkatan, baik membeli secara tunai maupun kredit. Oleh karena itu, pemerintah memberikan bantuan dengan berbagai program, mulai dari subsidi selisih bunga sampai Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjelaskan kekurangan pasokan rumah saat ini mencapai 12,75 juta. Ini artinya masyarakat yang antre untuk memiliki rumah masih banyak, ditambah dengan adanya bonus demografi.

"Untuk yang berumah tangga artinya membutuhkan rumah, tapi mereka tidak punya purchasing power, harga rumah tinggi, sehingga mereka enak tinggal di rumah mertua atau menyewa," kata dia dalam webinar, Rabu (6/7/2022).

Dia menyebut, memang hal ini tidak salah. "Kalau mertuanya punya rumah juga, kalau nggak punya ya jadi masalah lagi. Menggulung generasi," jelas dia.

Sri Mulyani mengakui, dari sisi ketersediaan perumahan saat ini biaya untuk membangun rumah dan harga tanah selalu mengalami kenaikan, terutama di perkotaan. Namun dampak ganda yang ditimbulkan dalam pembangunan rumah ini sangat signifikan untuk produk domestik bruto (PDB).

Dalam ekonomi, permintaan jika tidak diimbangi dengan kemampuan membeli tak akan menimbulkan efek apapun. "Kalau ada demand, tapi tidak ada purchasing power itu namanya harap-harap cemas. Jadi dream, saya mimpi punya rumah, seharusnya dieksekusi rencana itu," jelas dia.

Sri Mulyani mengatakan bahwa pemerintah saat ini menyediakan skema kredit rumah rakyat subsidi, FLPP. "Jadi likuiditas untuk pembiayaan perumahan itu penting. Pemerintah memberikan subsidi selisih bunga dan pemerintah juga create perumahan berbasis tabungan," ujarnya.

Lihat juga video 'Sri Mulyani soal Subsidi Rp 350 T: Agar Harga Listrik-BBM Tak Naik':

[Gambas:Video 20detik]



(kil/ara)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT