ADVERTISEMENT

d'House Hunter

Harga Tanah di Cipondoh: Sejuta di 2017, Kini Sampai Rp 6 Juta

Anisa Indraini - detikFinance
Minggu, 10 Jul 2022 20:44 WIB
Anggaran dana Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) untuk kredit pemilikan rumah (KPR) tahun ini telah terserap sebanyak Rp 3,2 triliun dari Rp 3,6 triliun.
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Perumahan di Cipondoh bisa jadi salah satu lokasi untuk tempat tinggal atau investasi. Wilayahnya yang terus berkembang membuat harga tanah dan bangunan turut merangkak naik.

Tim d'House Hunter mendapat informasi tersebut dari tenaga pemasar perumahan. Margoland misalnya, sekitar 2017 melepas unit seharga Rp 500 jutaan dengan luas tanah 70. Kini, luas tanah yang sama dilepas dengan kisaran Rp 850 juta.

"Margoland dari tahun 2017 waktu itu harga masih Rp 500 juta, luas tanahnya tapi gede 70-an. Kalau sekarang luas tanah 60 di angka Rp 695 juta. Kalau yang luas tanah 70-an kurang lebih di angka Rp 850 juta. Jadi ada kenaikan sekitar Rp 300 jutaan," kata Puput saat berbincang dengan detikcom.

Untuk harga tanahnya sendiri, Puput menyebut saat ini per meternya mencapai Rp 3-6 jutaan. Padahal 2017 masih Rp 1 jutaan.

"PBB (Pajak Bumi dan Bangunan) sekarang per meter sudah Rp 6,2 juta untuk klaster. Area Cipondoh kayaknya Rp 3 jutaan, mungkin dulu bisa sampai Rp 1 juta sekian per meter sekitar 5 tahun lalu," bebernya.

Begitu juga dengan pengakuan dari warga yang sudah sejak 2017 tinggal di Cipondoh bernama Puspa. Dia menyebut saat itu membeli rumah dengan luas tanah 128 seharga Rp 450 juta, saat ini harga pasarnya sudah mencapai Rp 1 miliar.

"Dulu aku beli rumah Rp 450 juta, sekarang pasaran sebelum COVID itu di angka Rp 1,8 miliar, mungkin kalau sekarang Rp 2 miliar, cuma lagi kondisi sekarang mungkin ada yang turun. Aku luas tanahnya 128, kemarin ada yang jual Rp 1,45 miliar," ungkapnya.

Terkait hal itu, Pengamat Properti Panangian Simanungkalit mengatakan selama memiliki akses yang bagus, maka hunian tersebut akan diburu orang. Harga perumahannya juga akan mengalami kenaikan seiring akses yang tersedia semakin lengkap.

"Selama transportasinya bagus, biasanya sih orang cari transportasi, aksesnya kan. Jadi karena sudah ada jalan tol di sana itu yang membuat dia lumayan," katanya saat dihubungi.

(aid/dna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT