ADVERTISEMENT

Pejabat BPN Tersangka Mafia Tanah Langsung Dicopot Jabatan!

Ardan Adhi Chandra - detikFinance
Rabu, 13 Jul 2022 14:58 WIB
Mafia Tanah
Foto: Ilustrasi Mafia Tanah (M Fakhry Arrizal/detikcom)
Jakarta -

Salah satu pejabat Kantor Pertanahan (Kantah) BPN Kota Jakarta Utara berinisial PS ditangkap Polisi karena terkait sindikat mafia tanah. Pejabat BPN ini terakhir menjabat sebagai Koordinator Substansi Penataan Pertanahan BPN Jakarta Utara.

Namun, ketika melakukan tindak pidana, PS menjabat sebagai Ketua Ajudikasi PTSL di Kantor Pertanahan Jakarta Selatan.

Kepala Kantor Pertanahan Kota Jakarta Utara, Taufik Suroso Wibowo mengatakan PS langsung dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh Plt.

"Ada pejabat pengganti dulu ditunjuk Plt Bapak Yayan," katanya kepada detikcom, Rabu (13/7/2022).

Sebelumnya, Kasubdit Harda AKBP Petrus Silalahi menjelaskan PS ditangkap terkait tindak pidana yang dia lakukan saat menjabat sebagai Ketua Adjudikasi PTSL BPN Kota Administrasi Jakarta Selatan.

"PS ini sekarang menjabat Koordinator Substansi Penataan Pertanahan BPN Kota Administrasi Jakarta Utara, tapi sewaktu melakukan tindak pidana ini dia menjabat Ketua Adjudikasi PTSL di BPN Jakarta Selatan," kata Petrus.

Program PTSL

Kembali ke Taufik, ia menjelaskan bahwa masyarakat yang mengurus sertifikat tanah melalui program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) tidak perlu mengeluarkan biaya untuk honor pegawai BPN.

"PTSL ada dua bagian, gratis terkait biaya-biaya honor untuk pegawai BPN, tetapi dalam pemberkasan dan pengukuran masyarakat juga harus mengalokasikan dana dan dipayungi SKB tiga menteri," ujarnya.

Taufik mengimbau kepada masyarakat mengurus sendiri pendaftaran sertifikat tanahnya dan tidak perlu menyuap. Ia menjamin sertifikat tanah melalui program PTSL bisa selesai dalam waktu satu tahun.

"PTSL itu adalah kegiatan proyek di mana harus tuntas dalam satu tahun. Kalau masa saya, saya jamin insyaallah tidak ada orang yang berbuat seperti itu," katanya.

(ara/ang)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT