ADVERTISEMENT

Begini Cara Bikin Sertifikat Tanah Gratis Biar Nggak Ditipu Mafia!

Danang Sugianto - detikFinance
Selasa, 19 Jul 2022 11:41 WIB
Mafia Tanah
Foto: Mafia Tanah (M Fakhry Arrizal/detikcom)
Jakarta -

Polda Metro Jaya mengungkapkan sederet modus yang dilakukan oleh para mafia tanah. Mereka bergerak begitu licinnya sebagai sindikat yang melibatkan oknum di lingkungan kelurahan, kecamatan hingga Badan Pertanahan Nasional (BPN).

Dari sederet modus yang diungkapkan ada salah satu modus dari mafia tanah yang sengaja mengincar lahan yang tidak memiliki sertifikat. Para mafia tanah ini membuat membuat girik palsu, akta palsu dan akta peralihan untuk pengajuan penerbitan sertifikat.

Oleh karena itu sertifikat menjadi hal yang sangat penting untuk terhindar dari bidikan para mafia tanah. Membuat sertifikat tanah juga sebenarnya tidak sulit.

Ada dua cara membuat sertifikat tanah, yakni melalui notaris dan melalui program Pendaftaran Tanah Sistematik Lengkap (PTSL) milik Badan Pertanahan Nasional (BPN) atau Kementerian ATR.

Adapun, cara membuat sertifikat tanah lewat notaris membutuhkan biaya. Sementara, cara membuat sertifikat di BPN tak dipungut biaya alias gratis.

Berikut cara membuat sertifikat tanah gratis yang dirangkum detikcom:

1. Persyaratan

Langkah pertama cara membuat sertifikat tanah, yakni dengan menyiapkan dokumen. Hanya saja, dokumen untuk tanah negara dan tanah adat atau perorangan berbeda. Berikut rinciannya:

Dokumen untuk tanah negara:

1. KTP asli dan fotokopi yang sudah dilegalisir oleh pejabat yang berwenang,
2. Kartu Keluarga,
3. Bukti pembayaran pajak bumi bangunan (PBB) tahun berjalan,
4. Kartu kavling,
5. Advis planing,
6. Izin mendirikan bangunan (IMB),
7. Akta jual beli,
8. Surat Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB)
9. Pajak Penghasilan (PPH).

Sementara, kelengkapan dokumen untuk tanah girik milik adat yang mesti dipersiapkan adalah:

1. KTP asli dan fotokopi yang sudah dilegalisir oleh pejabat yang berwenang,
2. Kartu keluarga,
3. Bukti pembayaran pajak bumi bangunan (PBB) tahun berjalan,
4. Surat riwayat tanah,
5. Leter C atau girik,
6. Surat pernyataan tidak sengketa,
7. Akta jual beli,
8. Surat Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB)
9. Pajak Penghasilan (PPH).

Lihat juga video 'Sertifikat Hilang, Bagaimana Cara Bikinnya Lagi?':

[Gambas:Video 20detik]



Lanjut ke halaman berikutnya untuk mengetahui prosedur pembuatan sertifikat tanah.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT