ADVERTISEMENT

Tantangan Masih Ngeri, Bagaimana Biar Pengembang Selamat dari Pandemi?

Aulia Damayanti - detikFinance
Kamis, 21 Jul 2022 14:07 WIB
PT Bank Syariah Indonesia Tbk terus mendorong program strategis pemerintah untuk membantu masyarakat memiliki rumah melalui FLPP.
Foto: Dok. BSI
Jakarta -

Tantangan pengembang properti di era pandemi COVID-19 semakin besar. Pengembang diminta bisa beradaptasi dan meningkatkan kompetensi agar semakin memiliki daya saing.

Asosiasi pengembang, Real Estate Indonesia menggelar pelatihan untuk meningkatkan kompetensi dari para pengembang. Pelatihan yang dilakukan Badan Pendidikan dan Pelatihan Perusahaan Real Estate Indonesia kali ini diikuti oleh 60 anggota REI Banten.

"Kami berharap setelah mengikuti program pelatihan ini standar kompetensi pelaku usaha properti di Banten naik kelas," tutur Ketua Dewan Pengurus Daerah Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (DPD REI) Banten, Roni Hardiriyanto Adali, saat pembukaan 'Short Course: Pembangunan Perumahan Subsidi dan Komersial' dalam keterangannya, Kamis (21/7/2022).

Roni mengutarakan, pihaknya menyadari bahwa latar belakang setiap pengembang tentunya berbeda-beda. Ada yang berlatar belakang pegawai negeri, pegawai swasta, hingga profesional seperti dokter dan pensiunan. "Dengan pelatihan ini diharapkan akan terbangun penyeragaman pemahaman dan wawasan sehingga menciptakan pengembang yang unggul, aandal dan berintegritas," ujarnya.



Ketua Badan Diklat REI, MR Priyanto menuturkan, pelatihan kompetensi ini bisa menjadi wadah agar para pengembang perumahan bisa meningkatkan daya saing dan mengurangi risiko persoalan yang terjadi di lapangan.

"Mayoritas peserta pelatihan tentu ingin memperoleh dukungan permodalan dari perbankan. Forum ini bisa menjadi wahana bagi Bank BTN untuk promosi produk pembiayaan untuk peserta," tutur Priyanto.

Namun, banyak perubahan materiil seiring terbitnya beragam kebijakan pemerintah. Misalnya Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja (UU CK) beserta aturan turunannya. "Seiring munculnya aturan baru itu, banyak perubahan terkait nomenklatur perizinan, perpajakan, dan lainnya," kata Priyanto.

Direktur Consumer and Commercial Lending Bank BTN Hirwandi Gafar mengapresiasi REI sebagai pemangku kepentingan yang mendukung sepenuhnya kinerja Bank BTN. "Bank BTN akan terus mendukung kegiatan REI untuk meningkatkan capacity anggotanya. Hal ini sejalan dengan amanat Menteri PUPR untuk menciptakan rumah yang berkualitas," ucap Hirwandi yang hadir via daring.

Hirwandi mengajak peserta diklat kedepan lebih mengutamakan aspek kualitas rumah. "Selain itu, kualitas infrastruktur penunjang dan lingkungan juga lebih diperhatikan. Pengembang agar dapat mewujudkan penyediaan hunian layak yang ramah lingkungan dengan pencahayaan dan ventilasi udara yang lebih memadai," urainya.



Simak Video "Start Bisnis Properti Modal UMR"
[Gambas:Video 20detik]
(zlf/zlf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT