ADVERTISEMENT

Modus Operandi Mafia Tanah: Incar yang Tak Bersurat hingga Akali PTSL

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Senin, 01 Agu 2022 11:58 WIB
Infografis 5 modus bejat mafia tanah
Ilustrasi/Foto: Infografis detikcom/Ahmad Fauzan Kamil

Libatkan Banyak Pihak

Hadi menyatakan praktik gelap mafia tanah ini melibatkan banyak pihak. Tak mungkin ada ceritanya mafia tanah berjalan sendiri-sendiri.

Dia memaparkan banyak peran yang dilakukan oleh gerombolan mafia tanah. Ada yang bertindak sebagai pemilik tanah, hingga penyandang dana. Beberapa oknum internal kantor pertanahan juga ditarik untuk mengurus administrasi, oknum pemerintahan desa hingga notaris pun ikut serta.

"Oh pasti. Tidak ada namanya mafia tanah itu jalan sendirian. Banyak sekali pihak. Ada peran, atau orang yang dianggap pemilik. Kemudian ada penyandang dana, karena ini perlu anggaran untuk bisa ini. Ada oknum, petugas. Ada juga oknum desa mengeluarkan PM1. Ada oknum notaris. Ini terstruktur," papar Hadi.

Kasus Mafia Tanah Jaksel

Paling baru, Hadi membongkar praktik mafia tanah di Jakarta Selatan. Kasus ini melibatkan jajaran internal kantor pertanahan Jakarta Selatan. Menurut Hadi, kasus ini telah berjalan sejak tahun 2019, namun pengungkapannya sangat lamban.

Dia mengatakan saat pertama kali ditugaskan jadi menteri, pihaknya langsung mempercepat kasus ini untuk diselesaikan.

"Sebetulnya itu kasus dari tahun 2019 dan saya minta laporan di Irjen. Saya baca, kemudian coba saya dalami, dan saya koordinasi dengan Satgas (Mafia Tanah). Kebetulan Satgas itu ada di kementerian," kata Hadi.

Kejadian yang terjadi menggunakan modus pemalsuan dan pengendapan PTSL. Menurut Hadi yang jadi pelaku praktik gelap ini adalah pegawai tidak tetap dan bukan berpredikat sebagai aparatur sipil negara (ASN).

"Komandan tim PTSL itu kan bukan Kepala Kantor Pertanahan, ada orang lain di situ. Nah di situ lah dia memainkan PTSL itu, wewenangnya, untuk berkolaborasi dengan mafia tanah. Kebetulan untuk ASN-nya sendiri sebetulnya hanya beberapa orang. Tapi yang lain adalah pegawai tidak tetap," papar Hadi.

Hadi menjelaskan pelaku mafia tanah di Jakarta Selatan ini pun sangat mumpuni kemampuan IT-nya. Hal itu juga yang membuat aksinya bisa menjadi lancar.

Namun, pada akhirnya modus jahat itu terbongkar juga dan diproses oleh Hadi dan bekerja sama dengan Kepolisian Indonesia (Polri). Sejauh ini otak dari praktik gelap mafia tanah itu sudah diamankan kepolisian.

"Uniknya pegawai tidak tetap itu punya kemampuan komputer, yang dia bisa akses ke akun. Katakan lah akunnya pak Menteri, dia bikin ke pejabat daerah, begitu muncul akunnya, wah tidak bisa menolak," jelas Hadi.


(hal/eds)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT