ADVERTISEMENT

Bos Otorita IKN Buka-bukaan Progres Bangun Ibu Kota Baru RI

Anisa Indraini - detikFinance
Selasa, 23 Agu 2022 20:57 WIB
Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) Bambang Susantono
Foto: Biro Pers Setpres: Kepala Otorita IKN Nusantara Bambang Susantono
Jakarta -

Kepala Otorita Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara Bambang Susantono menyampaikan saat ini pembangunan ibu kota baru masih sesuai jadwal. Pemerintah mulai membuka peluang investasi agar para investor mau bergabung.

"Jadi sore ini Bapak Presiden dan Bapak Ibu menteri, kita melihat kembali sejauh mana progress dari IKN. Overall progress on track ya, masih sesuai jadwal," kata Bambang usai mengikuti rapat terbatas soal IKN yang dipimpin Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Kepresidenan, Selasa (23/8/2022).

Bambang menyebut pekan depan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono akan melakukan serangkaian penandatanganan kontrak.

"Dan tentunya kami juga mulai untuk membuka peluang-peluang investasi, untuk berbagai macam investor baik besar dan kecil, termasuk UMKM juga untuk nanti berpartisipasi," jelasnya.

Dengan adanya perkembangan ini, Bambang berharap pada 2024 nanti ekosistem kota layak huni sudah dapat terwujud di IKN. Tidak hanya bangunan, tetapi suasana perkotaan yang memadai sudah dapat dinikmati masyarakat.

Selain membahas perkembangan pembangunan, rapat terbatas juga membicarakan soal insentif. Saat ini pemerintah telah menyusun Peraturan Pemerintah (PP) Tentang Insentif yang diprakarsai oleh Kementerian Investasi/BKPM.

"Insya Allah dalam satu bulan ke depan kita ingin akan ada satu percepatan untuk keluarnya rancangan insentif ini, yang judulnya kira-kira insentif khusus untuk kemudahan berinvestasi di IKN Nusantara," ungkap Bambang.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Kepala Otorita IKN Dhony Rahajoe menjelaskan ada tiga poin yang menjadi garis besar PP Insentif yakni kemudahan berusaha, perizinan usaha dan fasilitas insentif yang ada di Indonesia.

"Kemudahan berusaha itu antara lain mengenai masalah pertanahan. Bagaimana bisa menarik bagi investor maupun bagi masyarakat umum untuk tinggal. Kemudian perizinannya, bagaimana prosesnya ini juga lebih sederhana. Yang ketiga, fasilitas-fasilitas insentif yg ada di Indonesia, di IKN ini harus lebih menarik," jelas Dhony.

"Jadi kalau gravitasi itu nanti akan menjadi sentra gravitasi, episentrum dari pergerakan ekonomi, kira-kira itu visinya. Sekarang baagaimana kita merancang semua aturan yg ada untuk mendukung itu," tambahnya.

Simak Video: Jokowi: IKN Bukan Hanya untuk ASN

[Gambas:Video 20detik]




(aid/hns)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT