ADVERTISEMENT

Bocoran Insentif buat Tarik Investor Masuk IKN Nusantara

Anisa Indraini - detikFinance
Selasa, 23 Agu 2022 21:27 WIB
Presiden Joko Widodo meninjau pembangunan Ibu Kota Nusantara di Kalimantan Timur, Rabu (22/6). Jokowi tampak meninjau IKN bersama Ketua DPR RI Puan Maharani.
Foto: ANTARA FOTO/Bayu Pratama S
Jakarta -

Badan Otorita Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara mulai sosialisasi sejumlah peluang investasi di ibu kota baru. Berbagai insentif sedang disiapkan agar investor tertarik bergabung.

Kepala Otorita IKN Nusantara Bambang Susantono mengatakan saat ini pemerintah terus mematangkan Peraturan Pemerintah (PP) yang akan mengatur sejumlah insentif guna meningkatkan daya tarik investasi di ibu kota baru.

"Insya Allah dalam satu bulan ke depan kita ingin akan ada satu percepatan untuk keluarnya rancangan insentif ini, yang judulnya kira-kira insentif khusus untuk kemudahan berinvestasi di IKN Nusantara," kata Bambang usai mengikuti rapat terbatas soal IKN yang dipimpin Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Kepresidenan, Selasa (23/8/2022).

Bambang menegaskan pada dasarnya rancangan PP insentif buat investor di IKN diupayakan setara atau bahkan melebihi dari tempat-tempat sasaran investasi lainnya di Indonesia. Misalnya untuk fasilitas insentif perpajakan tax holiday di satu tempat yang mencapai 15 tahun, maka di IKN Nusantara bisa berlaku hingga 20 tahun.

"Jadi sedikit lebih agar orang memang lebih tertarik berinvestasi di IKN," kata Bambang.

Bambang menyebut pekan depan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono akan melakukan serangkaian penandatanganan kontrak.

"Dan tentunya kami juga mulai untuk membuka peluang-peluang investasi, untuk berbagai macam investor baik besar dan kecil, termasuk UMKM juga untuk nanti berpartisipasi," jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Kepala Otorita IKN Dhony Rahajoe menjelaskan ada tiga poin yang menjadi garis besar PP Insentif yakni kemudahan berusaha, perizinan usaha dan fasilitas insentif yang ada di Indonesia.

"Kemudahan berusaha itu antara lain mengenai masalah pertanahan. Bagaimana bisa menarik bagi investor maupun bagi masyarakat umum untuk tinggal. Kemudian perizinannya, bagaimana prosesnya ini juga lebih sederhana. Yang ketiga, fasilitas-fasilitas insentif yg ada di Indonesia, di IKN ini harus lebih menarik," jelas Dhony.

"Jadi kalau gravitasi itu nanti akan menjadi sentra gravitasi, episentrum dari pergerakan ekonomi, kira-kira itu visinya. Sekarang bagaimana kita merancang semua aturan yg ada untuk mendukung itu," tambahnya.

(aid/hns)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT