ADVERTISEMENT

Bekasi Jadi Favorit Lahan Industri, Tapi Tanahnya Kalah Mahal dari Bogor

Aulia Damayanti - detikFinance
Rabu, 31 Agu 2022 14:17 WIB
Foto aerial kepadatan kendaraan di ruas Tol Jakarta-Cikampek KM 38, Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, Sabtu  (9/6). Kemacetan terjadi karena adanya peningkatan volume kendaraan saat arus mudik Lebaran 2018 serta adanya penyempitan jalan dan para pemudik yang ingin masuk ke rest area KM 39. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/pras/18
Ilustrasi/Foto: ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A
Jakarta -

Hasil riset terbaru Knight Frank Indonesia mencatat sektor industri masih menjadi sektor yang terus meningkat tiap tahunnya. Wilayah yang menjadi kawasan industri terbesar se-Jabodetabek adalah Bekasi, mengalahkan Karawang.

Dalam paparan Senior Research Advisor Knight Frank Indonesia, Syarifah Syaukat mengatakan kawasan Bekasi masih menjadi kawasan yang menyerap lahan industri terbesar, yaitu sekitar 38% dari total serapan lahan industri di Jabodetabek. Setelah Bekasi, diikuti oleh Cilegon-Banten, Karawang, Tangerang, dan Bogor.

"Total luasan lahan industri yang terserap di Jabodetabek adalah 133 hektar di awal tahun 2022," kata Senior Research Advisor Knight Frank, Syarifah Syaukat, dalam konferensi pers virtual mengenai Jakarta Property Highlight HI 2022, Rabu (31/8/2022).

Sementara untuk harga lahan industri di Bekasi masih lebih murah dibandingkan di Bogor. Dalam paparan Syarifah, harga lahan industri di Bogor dari tahun 2015 sudah di atas Rp 3 juta per meter persegi (m2) dan saat ini telah naik ke level Rp 6 juta/m2.

Untuk Bekasi sendiri harga lahannya tahun ini lebih dari Rp 2 juta/m2, atau hampir mendekati harga Rp 3 juta/m2. Sementara harga lahan industri termurah pada tahun ini di Serang dan Cilegon.

Dalam kesempatan yang sama, Country Head, Knight Frank Indonesia menyatakan menurut survei Jakarta Property Highlight terbaru sektor industri masih tercatat berperforma terbaik dibanding sektor properti lainnya pada paruh periode pertama tahun 2022.

"Seperti yang telah diprediksi, sektor industri akan terus tumbuh di tengah pandemi dan berhadapan dengan berbagai tantangan ekonomi lainnya di kancah global. Dibandingkan dengan paruh pertama tahun lalu, transaksi pada paruh pertama tahun ini meningkat melalui kegiatan lini bisnis pusat data, kimia, dan logistik sebagai generator utama saat ini," tutupnya.

(eds/eds)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT