ADVERTISEMENT

Bisnis Hotel Menggeliat Lagi Kala Pandemi Reda, Ini Penopangnya

Ilyas Fadilah - detikFinance
Senin, 05 Sep 2022 12:13 WIB
Cover Hotel Isoman
Foto: Ilustrasi Hotel (Fuad Hasim/detikcom)
Jakarta -

Dampak positif mulai redanya pandemi virus Corona tampaknya sudah mulai berdampak ke pelaku bisnis properti sektor perhotelan.

Bahkan, bisnis properti hotel dinilai kian prospektif pada 2022 dibandingkan dengan tahun lalu. Sejumlah isu positif menopang bisnis hotel pada tahun ini, salah satunya seiring pemulihan bisnis pariwisata.

"Bisnis hotel mulai prospektif tahun ini. Paling tidak ada dua faktor pemicunya," ujar pengamat bisnis properti, Panangian Simanungkalit, saat dihubungi dari Jakarta, baru-baru ini.

Faktor itu, jelas Panangian, adanya pemulihan ekonomi yang tengah berlangsung pada 2022 dengan target PDB berkisar 5-5%.
"Faktor kedua, sejalan dengan mulai melandainya COVID-19 sehingga pemulihan bisnis pariwisata akan semakin massif pada semester kedua tahun ini," ujar dia.

Terkait pandemi COVID-19, Satuan Tugas Penanganan COVID-19 melaporkan sebanyak 61.011.471 jiwa telah mendapatkan vaksinasi dosis ketiga atau mengalami penambahan harian sebanyak 99.437 jiwa pada Minggu (4/9/2022) hingga pukul 12.00 WIB.

Adapun mereka yang telah mendapat vaksin dosis kedua pada Minggu bertambah 22.894 jiwa, sehingga total menjadi 171.087.767 jiwa sejak program vaksinasi digulirkan.

Sementara penduduk Indonesia yang telah mendapat vaksin dosis pertama sudah menyentuh 203.417.526 jiwa atau bertambah 20.322 pada Minggu.

Prospektifnya bisnis hotel, selaras dengan pendapatan pengembang properti dari bisnis hotel dan restoran yang naik 9% dari Rp 11,87 triliun menjadi Rp 12,93 triliun pada semester pertama 2022 dibandingkan periode yang sama 2021.

Data itu dirangkum dari laporan keuangan 43 emiten yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) per 2 September 2022.

"Pendapatan dari lini jasa perhotelan melonjak 138% dari Rp 18,49 miliar menjadi Rp 44,04 miliar pada semester pertama tahun 2022," ujar Direktur Utama PT Saraswanti Indoland Development Tbk (SWID) Bogat Agus Riyono, baru-baru ini.

Peningkatan pendapatan para pengembang properti ditopang oleh beragam kegiatan yang dilaksanakan di hotel, maupun dari tingkat kunjungan tamu yang menginap.

Dari sisi tamu yang menginap seiring dengan mobilitas wisatawan nusantara (wisnus) maupun wisatawan mancanegara (wisman). Data Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan, Dari Januari hingga Juni 2022, jumlah kunjungan wisman ke Indonesia melalui pintu masuk utama mencapai 743,21 ribu kunjungan, naik 929,66% dibandingkan dengan jumlah kunjungan wisman pada periode yang sama tahun 2021.

Di sisi lain, tingkat penghunian kamar (TPK) hotel klasifikasi bintang di Indonesia pada Juni 2022 mencapai 50,28%, naik 11,73 poin dibandingkan dengan TPK Juni 2021. Jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya, TPK Juni 2022 juga mengalami peningkatan, yaitu sebesar 0,43 poin.

(dna/dna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT