ADVERTISEMENT

Apartemen di Antasari Rampung 2024, Rekam Jejak Pengembang Jadi Jaminan

tim detikcom - detikFinance
Minggu, 11 Sep 2022 15:28 WIB
Apartemen Antasari
Foto: Apartemen Antasari (Istimewa/Antasari Place)
Jakarta -

Menyebut sebuah brand tentu kita akan terpikir siapa di belakang brand tersebut. Boleh jadi bila menyebut perusahaan pengembang PT Indonesian Paradise Property Tbk (INPP) banyak yang tidak mengenal perusahaan ini tapi bila menyebut portofolio maupun rekam jejaknya dipastikan kita akan mengenal berbagai proyek maupun produknya.

Mengutip www.theparadise-group.com, INPP merupakan perusahaan pengembang dengan rekam jejak yang sangat panjang dengan portofolio tersebar di berbagai kota. Di Bali misalnya, Sheraton Bali Kuta Resort, Maison Aurelia Sanur, dan Harris Hotel Kuta Tuban merupakan hasil pengembangan INPP. Di Batam ada Harris Hotel Batam Center, Harris Resort Waterfront, di Jakarta Harris Suites fX Sudirman, Harris Hotel Tebet, Grand Hyatt Jakarta, hingga Pop! Hotel Sangaji di Yogyakarta.

Untuk proyek ritel INPP juga telah menghasilkan banyak spot ikonik seperti fX Sudirman, beachwalk Shopping Center Bali, Park 23 Creative Hub, dan 23 Paskal Shopping Center. Untuk lini komersial INPP tengah mengembangkan One Residence Batam, Apartemen 31 Sudirman Suites, dan Antasari Place Jakarta.

Uniknya, INPP juga seperti spesialis menggarap proyek yang sebelumnya terkendala dan setelah diambil alih perusahaan ini bisa dikembangkan dengan baik. Hingga saat ini INPP telah menggarap 25 proyek dan Antasari Place menjadi proyek ketujuh yang merupakan hasil akuisisi dari manajemen lama seperti juga fX Sudirman, 23 Paskal, Harris Resort Waterfront, dan lainnya yang juga hasil akusisi.

"Ibaratnya, INPP itu ibu yang melahirkan tapi yang menyandang nama bapaknya. Jadi kami sebagai pengembang memang kurang dikenal tapi masyarakat pasti mengetahui produk-produk yang kami hasilkan. Sejauh ini kami berhasil mengembangkan banyak proyek termasuk tujuh proyek hasil akuisisi dengan 0 persen yang gagal," ujar Anthony Prabowo Susilo, Presiden Direktur & CEO INPP.

Terkait kesuksesan mengembangkan proyek hasil akusisi ini juga tidak terlepas dari komposisi pengembangan INPP yang 80 persennya dari pengembangan untuk sektor perhotelan dan ritel sehingga pendapatan berulang (recurring income) yang mendominasi dibandingkan development income atau pendapatan dari menjual unit. Struktur permodalan yang kuat dari recurring income ini yang ikut menunjang kelancaran pengembangan proyek-proyek yang diakuisisinya.

Bersambung ke halaman selanjutnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT