ADVERTISEMENT

Bisnis Kantor dan Gudang di China Panen Cuan, Penjualan Rumah Melempem!

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Selasa, 13 Sep 2022 10:35 WIB
Ilustrasi gudang logistik
Ilustrasi/Foto: Shutterstock
Jakarta -

Penjualan rumah di China sempat tertekan beberapa waktu terakhir. Apalagi di masa pandemi COVID-19 yang membuat sektor ini berdarah-darah.

Namun, berbeda dengan bisnis properti komersial seperti kantor, gudang, dan business park justru lebih tangguh. Properti komersial ini justru lebih menghasilkan meskipun permintaannya sempat turun.

Salah satu grup properti di Hong Kong KWG Group Holdings menyebutkan pendapatan dari sewa kantor dan properti komersial lainnya naik 6% pada semester I-2022. Angka ini tetap tumbuh meskipun pendapatan dari perumahan merosot 37% pada tahun lalu.

Kemudian grup properti CIFI Holdings mencatat penurunan 23% dari tahun ke tahun untuk penjualan rumah di China semester I-2022. Tapi untuk pendapatan investasi pada properti mereka naik 69,5%.

Lalu Hang Lung Properties mencatat kenaikan laba pada semester I. Vice President Hung Lung Properties Adriel Chan mengungkapkan jika memang ada peningkatan pada penyewaan kantor. Chan menyebutkan unit bisnis penyewaan kantor ini menyumbang 20% dari pendapatan mereka.

"Bagian ini sangat tangguh, saya paham jika tak semua pengembang akan mengalami hal yang sama, untuk sekarang kami akan terus melihat bisnis perkantoran," kata dia dikutip dari CNBC, Selasa (13/9/2022).

Analis Real Estat dari Lauressa Advisory Nicholas Spiro menjelaskan memang resesi yang terjadi sangat menekan sektor properti di China. Bahkan untuk sektor komersial juga sempat terdampak.

Dia mengungkapkan secara keseluruhan ketahanan sektor properti komersial China tergantung pada pemulihan ekonomi yang lebih cepat. Memang untuk sektor komersial ini bangkit lagi setelah lockdown dihentikan dan pemerintah mulai mengucurkan insentif untuk berbagai sektor.

Kepala Peneliti Cushman & Wakefield Shaun Brodie mengungkapkan jika pemulihan akan terus terjadi di sektor keuangan, teknologi, media dan telekomunikasi.

"Hingga 2022 pemerintah daerah dan pusat di China terus menempuh langkah proaktif untuk penanganan epidemi yang efektif untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang stabil," jelas dia.

Lihat juga video 'Jokowi: Tahun Ini Saya Pastikan RI Surplus Dagang dengan China':

[Gambas:Video 20detik]



(kil/ara)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT