Tak Cuma di RI, di China Juga Warga Kena Prank Brosur Pengembang Rumah!

ADVERTISEMENT

Tak Cuma di RI, di China Juga Warga Kena Prank Brosur Pengembang Rumah!

Ilyas Fadhillah - detikFinance
Rabu, 05 Okt 2022 18:10 WIB
Properti China
Foto: Properti China mangkrak/Dok Reuters
Jakarta -

Pengembang rumah nakal yang tak meneruskan proyeknya ternyata tak hanya terjadi di Indonesia. Di China, hal itu juga terjadi.

Enam bulan terakhir Xu telah tinggal di apartemen tinggi di kota Guilin, China Selatan. Ia membeli hunian ini tiga tahun lalu karena tertarik oleh brosur yang memamerkan pemandangan sepi tepi sungai dengan udara kota yang bersih.

Namun kondisi hidupnya jauh dari yang dijanjikan. Dinding bangunan tidak dicat, lubang-lubang tempat soket listrik di mana-mana, dan tidak ada gas dan air yang mengalir. Setiap hari dia menaiki dan menuruni anak tangga sambil membawa botol air yang diisi dari luar.

"Semua tabungan keluarga diinvestasikan di rumah ini," kata Xu seperti dikutip detikcom dari Reuters, Rabu (5/10/2022).

Xu tinggal di kompleks Xiulan County Mansion di kamar yang hanya terisi tempat tidur dan dilapisi kelambu. Peralatan dan botol-botol kosong nampak tergeletak di lantai.

Xu dan sekitar 20 pembeli lain yang tinggal di Xiulan County Mansion berbagi toilet luar ruang darurat. Mereka juga berkumpul di siang hari di meja dan bangku di area halaman tengah.

Mereka adalah konsumen properti di China yang telah pindah ke hunian yang disebutnya busuk atau mangkrak. Istilah itu digunakan untuk menekan pengembang dan pihak berwenang.

Seperti diketahui banyak pembangunan properti mangkrak karena kurang dana. Konstruksi dihentikan di tengah jalan saat China menghadapi krisis.

Shanghai E-House Real Estate Research Institute memperkirakan pada bulan Juli bahwa proyek yang terhenti sekitar 3,85% dari pasar perumahan China pada paruh pertama tahun 2022. Ini setara dengan area seluas 231 juta meter persegi.

Sementara itu, pemerintah daerah telah mengambil beberapa langkah untuk menopang pasar properti seperti menyiapkan dana talang. Tetapi konsumen seperti Xu yang membayar deposito di muka dan tinggal melanjutkan cicilan KPR tetap berada di situasi yang tidak pasti.

Di situasi ini banyak masyarakat melakukan perlawanan. Pada akhir Juni lalu, ribuan konsumen di 100 kota mengancam untuk tidak membayar KPR. Hal itu dilakukan sebagai bentuk protes atas proyek yang tak kunjung dilanjutkan.



Simak Video "d'Mentor: Primbon Bisnis Cuan 2023"
[Gambas:Video 20detik]
(zlf/zlf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT