IKN Usung Konsep Forest City, Bisa Bikin Investor Kepincut?

ADVERTISEMENT

IKN Usung Konsep Forest City, Bisa Bikin Investor Kepincut?

Ilyas Fadilah - detikFinance
Senin, 24 Okt 2022 15:43 WIB
Infografis Deretan Pejabat Baru IKN
Foto: Infografis detikcom/M Fakhry Arrizal
Jakarta -

Ibu kota baru Indonesia di Kalimantan Timur, yaitu IKN bakal mengusung konsep forest city dan ramah lingkungan. IKN Juga dibangun dengan konsep smart city berbasis alam dengan 70% areanya diisi kawasan hijau.

"Nusantara adalah kota pintar masa depan yang berbasis hutan dan alam dan belum ada di dunia. Tolong dicarikan karena belum ada, ini yang membedakan," kata Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam Pre Market Sounding Proyek Ibu Kota Negara, Selasa (18/10/2022).

Terkait hal ini, Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Tauhid Ahmad menilai desain ini justru kurang menarik dari sisi ekonomi. Apalagi jika populasi IKN sepi seperti yang diprediksi, maka investor bakal menunggu lebih lama demi kepastian market.

"Ubah desainnya, nggak mungkin enviromental dan sebagainya, itu bagi sektor ekonomi nggak menarik. Kurang cocok dari segi market," katanya kepada detikcom.

Dengan konsep environmental friendly, Tauhid menyebut ruang terbuka di IKN lebih banyak ketimbang gedung-gedung. Konsep energi yang digunakan adalah energi hijau yang lebih ramah lingkungan.

Di sektor industri, Tauhid juga menilai sulit untuk memulainya di IKN. Investor akan terbebani dengan cost yang tinggi, mulai dari operasional hingga biaya gaji karyawan.

"Industri masuk di sana relatif costnya tinggi. Kenapa? Biaya tenaga kerja di Kaltim lebih mahal daripada saya bangun di Subang misalnya. Biaya tenaga kerjanya lebih murah, infrastruktur sudah ada," katanya menambahkan.

Tauhid menilai investasi yang paling menjanjikan ada di sektor properti. Meskipun, investor mungkin harus menunggu 10-15 tahun untuk menunggu populasi IKN menjadi ramai.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Segara Institute Piter Abdullah menyebut IKN memang tidak dibangun sebagai pusat bisnis. IKN juga tidak diproyeksikan akan seramai Jakarta. "IKN itu sudah didesain sebagai ibu kota, pusat pemerintahan, bukan pusat bisnis," katanya.

Piter berpendapat IKN tetapi menarik untuk kalangan investor. Yang terpenting pemerintah harus menunjukan kepercayaan diri dan tidak terlalu banyak mengobral insentif.

"Peluang investasi (di IKN) bagus bagi siapa pun. Nggak perlu terlalu dibujuk, nggak perlu diberikan terlalu banyak insentif. Yang penting sekarang pemerintah konsisten aja," tegasnya.

(das/das)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT