EBITDA Naik 7% YOY, Lippo Cikarang Kantongi Rp 1 T Sampai Akhir September

ADVERTISEMENT

EBITDA Naik 7% YOY, Lippo Cikarang Kantongi Rp 1 T Sampai Akhir September

Shafira Cendra Arini - detikFinance
Rabu, 02 Nov 2022 20:30 WIB
Pembangunan Kota Baru Meikarta di Cikarang terus dikebut. Begini pembangunan kota dengan investasi Rp 278 Triliun yang dibangun James Riady diambil dari udara, Sabtu (13/5).
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

PT Lippo Cikarang Tbk membukukan total pendapatan sebesar Rp 1.012 miliar selama sembilan bulan pertama tahun 2022. Meski perolehan ini turun 14% selang satu tahun terakhir, hal itu terjadi karena serah terima apartemen Orange County pada tahun 2021.

"Sebab, apabila tidak termasuk serah terima apartemen tersebut, total pendapatan meningkat sebesar 29% yang didorong oleh pendapatan dari segmen residensial dan industrial," kata CEO Lippo Cikarang, Rudy Halim, dalam keterangannya, Rabu (02/11/2022).

Berdasarkan laporan keuangan perusahaan, Rudi memaparkan, dalam hal kontribusi pendapatan, penjualan dari rumah tapak masih menjadi kontributor utama dengan proporsi 40%. Di mana, pada tahun lalu pendapatan didominasi oleh apartemen dengan proporsi 39%.

Di sisi lain, lanjut Rudi, walaupun mengalami penurunan pendapatan, laba kotor perusahaan naik 5% selama 1 tahun terakhir menjadi Rp 526 miliar. Hal ini didorong oleh perubahan bauran pendapatan yang didominasi oleh pendapatan dari rumah tapak.

"Dengan adanya perubahan komposisi penjualan tersebut, tingkat margin laba kotor perseroan dapat meningkat menjadi 52% dari 42% pada tahun lalu," lanjutnya.

Tidak hanya itu, perusahaan juga dapat mengelola beban usaha dengan baik, di mana besarannya dapat dipertahankan pada angka Rp 202 miliar atau sama dengan tahun sebelumnya.

Lippo Cikarang juga mencatat peningkatan performa EBITDA dengan menunjukan kenaikan sebesar 7% YoY (year on year) menjadi Rp 341 miliar. Sejalan dengan kenaikan margin laba kotor, perusahaan mencetak margin EBITDA pada level yang lebih tinggi di 34%.

Sementara itu, dalam hal pencapaian pra-penjualan, Lippo CIkarang tumbuh 33%, jika dibandingkan dengan kuartal sebelumnya. Marketing sales pada kuartal III adalah sebesar Rp 385 miliar. Dengan demikian marketing sales telah mencapai Rp 1.006 miliar selama 9 bulan pertama tahun 2022 atau sebesar 69% dari target.

"Tingkat pra-penjualan ini didorong oleh penjualan pada 'cluster' residensial Waterfront Uptown dan lahan industri Delta Silicon 3. Sepanjang 9 bulan pertama, total 806 unit rumah tapak, apartemen, komersial dan lahan industri telah berhasil terjual oleh perseroan," ungkapnya.

Walaupun kondisi makro ekonomi sedang cukup menantang, Rudy mengatakan, dirinya melihat banyak peluang pertumbuhan di industri properti. Dengan bauran produk yang tepat, ia yakin dapat mempertahankan kinerja yang baik untuk mencapai target pra-penjualan 2022.

"Kedepannya, kami akan tetap mempertahankan momentum pertumbuhan ini dan terus melanjutkan pembangunan untuk dapat melakukan serah terima tepat waktu kepada para konsumen kami," tandasnya.

(dna/dna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT