Nah Lho! Bos BTN Ungkap Permohonan KPR Sering Ditolak Gara-gara Ini

ADVERTISEMENT

Nah Lho! Bos BTN Ungkap Permohonan KPR Sering Ditolak Gara-gara Ini

Shafira Cendra Arini - detikFinance
Rabu, 23 Nov 2022 16:38 WIB
KPR
Foto: Tim Infografis: Luthfy Syahban
Jakarta -

Bank mengungkap persyaratan KPR semakin ketat sehingga banyak pengajuan KPR masyrakat ditolak. Wakil Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Nixon LP Napitupulu mengungkapkan, utang pinjaman online (pinjol) menjadi salah satu faktor gagalnya permohonan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) oleh debitur.

Informasi ini disampaikannya Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VI DPR RI dengan Bank BTN. Bahkan, angka peristiwanya mencapai 30%.

"BI Checking makin ke sini makin seru pak. Karena kalau dulu, banyak ditolak karena credit card, kalau sekarang karena pinjol (pinjaman online). Itu sekarang sudah 30% pengaruh aplikasi BI Checking-nya gagal karena pinjol," kata Nixon, dikutip melalui kanal Youtube Komisi VI DPR RI, Rabu (23/11/2022).

Padahal nominal pinjol tidak terlalu besar, bahkan ada yang di bawah Rp 1 juta. Namun tetap hal tersebut mempengaruhi penilaian untuk pengajuan KPR. Masalah pun semakin sulit teratasi lantaran kebanyakan pemberi jasa pinjol ini bukan perbankan.

"30% BI Checking gagal karena pinjol dan sulitnya adalah pinjol ini kebanyakan bukan perbankan, jadi kita nggak bisa ngobrol dengan mereka," terangnya.

Sebagai solusinya, Nixon mengatakan, pihaknya akan meminta tambahan persyaratan dalam bentuk semacam top up dari limit rumah untuk bisa melunasi pinjol milik debitur.

"Pinjol-nya juga kadang-kadang tidak kooperatif, bunga dendanya dimasukin lagi. Nah ini yang sulit sekali untuk juga melakukan proses pelunasan," ujar Nixon.

Di sisi lain, Nixon mengatakan, BTN masih memberi toleransi pada calon debitur yang nunggak atau punya kredit macet hingga 90 hari. Hanya saja, apabila sudah menyangkut pinjol, prosesnya agak ruwet sehingga kerap kali langsung ditolak.

Karena itulah, menurutnya persoalan ini harus disikapi dengan serius. Apalagi 30% rejection BI Checking itu yang terbesar karena pinjol.

"Nah ini kita mesti sikapi, bicarakan benar-benar hati-hati. Supaya ke depan rejection rate BI Checking yang karena pinjaman jenis ini juga semakin berkurang," tandasnya.



Simak Video "Rumah atau Nikah, Ini Jawaban Vidi Aldiano "
[Gambas:Video 20detik]
(zlf/zlf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT