Tahir Jual Gedung Rp 1 Triliun ke Bank Mayapada

ADVERTISEMENT

Tahir Jual Gedung Rp 1 Triliun ke Bank Mayapada

Shafira Cendra Arini - detikFinance
Selasa, 29 Nov 2022 15:21 WIB
Grace Tahir
Foto: YouTube Grace Tahir
Jakarta -

Bos Mayapada Group, Tahir menjual Gedung Ex Plaza Bali seharga Rp 1 triliun ke entitas usahanya PT Bank Mayapada Internasional Tbk.

Aset tersebut berlokasi di Jalan By Pass I Gusti Ngurah Rai, Kuta Selatan, Bali. Transaksi afiliasi ini dilakukan pada 23 November 2022, melalui PT Gatsu Griya Megatama (GGM) sebagai pihak penjual.

Transaksi ini dilakukan salah satunya karena terdapat hubungan keluarga dalam jajaran pemegang saham dan pengurus GGM, yaitu Jonathan Tahir yang merupakan anak kandung dari Dato Sri Tahir, yang menjabat sebagai Komisaris dan salah satu pemegang saham dalam GGM.

"Transaksi antara Perseroan dengan GGM merupakan transaksi afiliasi sebagaimana dimaksud dalam Peraturan POJK 42/2020, karena Tuan Dato' Sri Prof. DR. Tahir, MBA yang menjabat sebagai Pemegang Saham Pengendali Terakhir di Perseroan merupakan salah satu pemegang saham dalam GGM," ujar manajemen Bank Mayapada, dikutip dari keterbukaan informasi, Selasa (29/11/2022).

Diketahui sebelumnya gedung tersebut telah terlebih dulu disewa oleh Bank Mayapada sebagai kantor cabangnua. Dari sanalah, manajemen mengambil langkah untuk membeli gedung tersebut dengan harga yang terbilang ekonomis.

"Seluruh dana hasil penjualan gedung ini kemudian disetor kembali kepada Perseroan sebagai penambahan modal. Dalam hal ini, Perseroan mempunyai keuntungan atas Transaksi Afiliasi," lanjutnya.

Manajemen juga menjelaskan, transaksi afiliasi ini bukan merupakan transaksi material karena nilai transaksinya kurang dari 20% ekuitas Perseroan, berdasarkan laporan keuangan Perseroan 30 Juni 2022, yaitu sebesar Rp 13,85 triliun per Juni 2022.

Sementara itu, pihak GGM menyatakan, seluruh dana hasil penjualan gedung tersebut kemudian akan disetor kembali kepada Bank Mayapada sebagai penambahan modal.

"GGM saat ini berkomitmen akan melakukan investasi/penyertaan modal dengan mengambil bagian saham yang timbul dalam rencana Penambahan Modal Dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD atau right issue), sebanyak-banyaknya Rp. 1 triliun," tulis manajemen.

Tonton juga Video: Sekolah Polisi Wanita, Semua Berasal dari Sini

[Gambas:Video 20detik]



(dna/dna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT