Lengkap! Begini Timeline Pembangunan IKN Nusantara 2022-2045

ADVERTISEMENT

Lengkap! Begini Timeline Pembangunan IKN Nusantara 2022-2045

Aulia Damayanti - detikFinance
Senin, 16 Jan 2023 15:40 WIB
Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) mengumumkan ada tiga investor yang bakal menopang pembangunan hunian Aparatur Sipil Negara (ASN) senilai Rp 41 T.
Foto: Dok. Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN)
Jakarta -

Pemerintah telah memiliki rencana pembangunan ibu kota negara (IKN) Nusantara di Kalimantan Timur mulai tahun 2022 hingga 2045. Tahapan pembangunannya dibagi menjadi lima tahap hingga diproyeksi pada 2045 populasi di IKN mencapai sekitar 1,9 juta orang.

Tahap pertama pada 2022 sampai 2024, Ketua Satgas Pelaksanaan Pembangunan Infrastruktur IKN Nusantara Danis Sumadilaga menjelaskan pada tahap pertama ini fokus pembangunan pada infrastruktur dasar mulai dari penyediaan air minum, ketenagalistrikan hingga pengelolaan limbah.

"Kemudian membangun sarana utama, perkantoran, pemindahan ASN, dan juga pada saat ini sudah dibicarakan bagaimana inisiasi sektor-sektor ekonomi prioritas. Udah ngobrol ini misalnya mau dibikin energi baru terbarukan (EBT)," katanya di Grand Jatra Balikpapan, Kalimantan Timur Sabtu kemarin, dikutip Senin (16/1/2023).

Pada tahap awal ini, penduduk yang akan berpindah ke IKN dari mulai dari ASN serta keluarganya dan berbagai macam profesi. Dalam paparan Danis, tercatat proyeksi populasi IKN dari semua unsur itu mencapai 488.409 orang.

Rinciannya, pada tahap 1 populasi yang berpindah ke IKN mencakup ASN kementerian/lembaga, pegawai lembaga negara independen/badan publik, TNI, Polri serta unsur pertahanan dan keamanan lainnya beserta anggota keluarganya, serta tenaga kerja di berbagai sektor layanan pendukung lainnya misalnya konstruksi, akomodasi, makanan, minuman, dan retail.

Tahap II pembangunan IKN tahun 2025 sampai 2029, pada tahap ini Danis menyebut fokus pembangunannya pada area inti, misalnya fasilitas transportasi umum, baik primer maupun sekunder. Harapannya pada jangka waktu ini langsung bisa digunakan.

"Kemudian, perluasan kawasan, pengembangan riset dan talenta serta universitas unggulan dan pembangunan lautan dan pemeliharaan infrastruktur dasar," ungkap Danis.

Perluasan kawasan yang dimaksud adalah untuk pemukiman AS dan TNI/Polri serta perkantoran pemerintah pusat. Pada rentang tahun ini proses pemindahan AS juga diperkirakan dapat diselesaikan.

Tahap III adalah pembangunan pada tahun 2030 sampai 2034. Danis menjelaskan pada tahun 2030 ditargetkan mulai melakukan pengembangan kawasan-kawasan industri dan sektor lainnya.

Dalam paparannya, fokus pada rentan tahun itu pertama pengembangan utilitas terintegrasi. Misalnya pembangunan kereta api akses Bandara Balikpapan ke Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP). Kemudian lanjutan pemindahan personel TNI/Polri. Selain itu, peningkatan investasi dan kapasitas produksi klaster ekonomi.

Pada rentan tahun 2025 sampai 2034 proyeksi populasi yang berpindah di IKN bertambah menjadi 1,452 juta orang. Populasi itu termasuk keluarga dari ASN, TNI/Polri, BIN, BSSN, pegawai lembaga negara independen, mahasiswa. Kemudian keluarga dari tenaga kerja sektor ekonomi, industri, hingga keluarga pekerja konstruksi IKN.

Tahap keempat pada 2035 sampai 2039, di mana fokus pembangunannya pada infrastruktur dan ekosistem di tiga kota untuk mempercepat pembangunan Kalimantan. Cakupannya pada pengembangan bidang pendidikan kesehatan.

Kemudian penguatan ketahanan sosial-budaya masyarakat serta peningkatan kapasitas lembaga pendidikan dan riset. Penambahan kapasitas infrastruktur dasar seiring bertambahnya populasi. Terakhir peningkatan kapasitas dan diversifikasi klastes.

"Pembangunan ini kaitannya dengan Balikpapan, Samarinda, sampai semuanya. Jadi ini jawaban dari di inisiasi pada 2025-2029," ungkapnya.

Tahap terakhir yakni pembangunan IKN pada 2040 sampai 2045. Fokus pembangunannya pada pengembangan angkutan umum massal berbasis jalan misalnya kereta api (KA) di IKN dan daerah di sekitarnya selain itu pemantapan infrastruktur dan utilitas terintegrasi.

"Mencapai net zero-carbon emission dan 100% energi terbarukan, pengembangan industri berkelanjutan, dan menjadi kota terdepan di dunia dalam hal daya saing," tutup paparan Danis.

Adapun proyeksi penambahan populasi pada 2035 sampai 2045 sebanyak 1.991.988 orang.



Simak Video "Rusia Berminat Investasi di IKN: Kami Punya Pengalaman Pindahkan Ibu Kota"
[Gambas:Video 20detik]
(ada/zlf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT