Pembatasan BBM Bersubsidi Sumbang Inflasi Maksimal 0,6%

Pembatasan BBM Bersubsidi Sumbang Inflasi Maksimal 0,6%

- detikFinance
Senin, 07 Mar 2011 14:08 WIB
Pembatasan BBM Bersubsidi Sumbang Inflasi Maksimal 0,6%
Jakarta - Pelaksanaan pembatasan konsumsi BBM bersubsidi akan memberikan sumbangan inflasi maksimal 0,6%. Namun kebijakan itu diyakini tidak akan memberikan efek lanjutan atau second round effect terhadap inflasi.

Hal tersebut disampaikan Ketua Pengkaji Pembatasan BBM bersubsidi, Anggito Abimanyu, saat ditemui di kantor Kemenko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (7/3/2011).

"Ya kalo kita lihat maksimum 0,6 aja. Maksimum ya. Masing-masing. Ada yang 0,3, 0,4 kali ya yang mobil pribadi itu yang 0,3. Tergantung. 0,6 itu kalau kenaikan itu kan semuanya. Cuma tidak ada second round effect lah. Saya mungkin 0,3-0,5 lah nggak sampai 0,6 karena nggak ada second round effect-nya," ujarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dengan adanya potensi tambahan inflasi tersebut, Anggito menyatakan pemberlakukan pembatasan BBM bersubsidi tersebut perlu dilakukan pada bulan yang memiliki tekanan inflasi rendah, bahkan deflasi,Β  sehingga tidak memberikan efek lain yang lebih besar

"Artinya kalau itu dilakukan pada bulan deflasi mungkin efeknya nggak besar. Kami mengusulkan dilakukan pada bulan deflasi. Pokoknya rekomendasi kita dilakukan pada saat deflasi, artinya inflasi rendah, tapi bukan berarti kalau inflasi tinggi tidak dilakukan. Artinya ada risiko lain. Tapi jangan diartikan bahwa inflasi satu-satunya ya," ujarnya.

Ketika ditanya apakah akan diberlakukan pada bulan April, anggito mengilah. Berdasarkan pernyataan Badan Pusat Statistik (BPS) pada bulan tersebut, inflasi akan melandai karena harga pangan yang mulai menurun dengan adanya panen raya.

"Kita hanya merekomendasikan saja. Saya tidak mengatakan bulan apa. Kalau dilakukan pada inflasi tinggi itu akan terjadi ekspektasi inflasi. Tidak salah juga. Tujuan kita bukan inflasi saja, tapi kalau didiamkan saja, dampaknya akan lebih buruk. Jadi dilakukan meskipun itu kecil daripada tidak sama sekali. Opsinya mana nanti kita lihat," tutupnya.

(nia/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads