Fitch Ratings telah merevisi prospek atau outlook PT Bakrie Telecom (BTEL), dari Stabil menjadi Negatif. Sementara Peringkat Jangka Panjang dalam Mata Uang Asing dan Mata Uang Rupiah (LTFC dan LTLC) telah ditegaskan di peringkat B.
Selain itu, seperti dikutip dari keterangan tertulis Fitch, Selasa (19/7/2011). Fitch juga menegaskan peringkat senior tanpa jaminan perseroan di peringkat B.
Prospek Negatif mencerminkan risiko kemungkinan rasio utang dan rasio cakupan bunga anak usaha Grup Bakrie itu akan tetap melanggar pedoman peringkat negatif, terutama jika proyeksi manajemen untuk pertumbuhan pendapatan yang kuat selama 2011 tidak terwujud.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meskipun jumlah pelanggan BTEL tumbuh dengan pesat sebesar 23% selama 2010, pertumbuhan pendapatan hanya sebesar 0,8% yoy, sebelum menurun sebesar 1,3% yoy pada kuartal I-2011. Manajemen mengharapkan peningkatan yang signifikan tahun ini, memproyeksikan pendapatan kotor tumbuh sebesar 30% menjadi sekitar Rp 4,5 triliun.
Namun, Prospek Negatif Fitch mempertimbangkan tekanan terhadap rata-rata pendapatan per pengguna (ARPU) BTEL yang berkelanjutan karena tekanan persaingan di pasar telekomunikasi Indonesia, serta tingginya kebutuhan belanja modal (capex) yang dihadapi BTEL tahun ini dan tahun depan.
Fitch mengharapkan basis pelanggan BTEL akan terus tumbuh tahun ini, tingkat pertumbuhan pendapatan kemungkinan akan terbatas jika ARPU terus menurun, dan EBITDA margin perusahaan (2010: 48,3%) juga akan mendapat tekanan.
Peringkat dapat diturunkan jika rasio hutang bersih disesuaikan terhadap EBITDAR tetap berada di atas 4x, dan rasio cakupan EBITDA operasional terhadap beban bunga kotor turun di bawah 2,5x selama dua tahun ke depan. Sebaliknya, Prospek dapat direvisi menjadi Stabil jika kondisi berlawanan terhadap parameter tersebut di atas terjadi. (ang/dnl)











































