Penimbunan Beras Diduga Terjadi di 10 Titik

Penimbunan Beras Diduga Terjadi di 10 Titik

- detikFinance
Selasa, 02 Agu 2011 13:49 WIB
Penimbunan Beras Diduga Terjadi di 10 Titik
Jakarta - Pemerintah mencurigai adanya 10 titik penimbunan beras yang kebanyakan berada di Pulau Jawa. Mereka menimbun beras untuk mengantisipasi kenaikan harga menjelang lebaran.

Menteri Pertanian Suswono mengakui menjelang Lebaran adanya kebiasaan para distributor beras melakukan penimbunan beras. Hal inilah yang menyebabkan harga beras memiliki tren naik meskipun stok beras dipastikan cukup.

"Rutin setiap Ramadan ada kenaikan, pedagang mau cari untung," ujarnya saat ditemui di Kantor Kemenko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Selasa (2/8/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Suswono menyatakan setidaknya ada sekitar 10 titik yang terindikasi terjadi penimbunan beras hingga 5 ribu ton beras setiap gudangnya. Penimbunan beras paling banyak terjadi di Jawa.

"Ada suatu indikasi laporan ke saya sih ada beberapa titik lebih dari 10 titik gudang-gudang yang pemiliknya itu ada sekitar 5 ribuan ton lah per gudangnya. Ini baru laporan masyarakat, nanti saya satu-satu saya coba, yang dominan di Jawa," ungkapnya.

Sebagai contoh, lanjut Suswono, gudang di Tegal. Ia mengaku ketika melakukan kunjungan kerja ke kota tersebut, ditemukan gudang penyimpan beras, tetapi ketika diperiksa, sang pemilik enggan membuka gudang dengan berbagai alasan.

"Tetapi saya kemarin juga mencoba untuk memanfaatkan kunjungan kerja saya untuk menengok salah satu gudang yang diindikasikan ada penimbunan di Tegal, di daerah Suradadi. Saya sudah ketemu dengan pemiliknya dan dia gak mau membuka gudangnya karena kebetulan hari Minggu, tidak ada kuncinya, saya memang sengaja hari Minggu tidak ada aktivitas, tidak ada penggilingan hari itu, kuncinya dibawa oleh petugas gudang yang saya kira tidak pada tempatnya, masa seorang pemilik tidak bisa menggunakan," jelasnya.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Suswono hanya mengimbau para pedagang untuk bisa membantu masyarakat miskin agar bisa menikmati Hari Raya.

"Saya sudah mengimbau kepada para pelaku usaha khususnya pedagang janganlah memanfaatkan situasi Ramadan ataupun hari raya untuk menangguk keuntungan sebesar-besarnya. Mereka seharusnya empati kepada masyarakat miskin yang tentu sangat diberatkan dengan kenaikan harga itu. Mereka kan dengan volume yang sangat besar mendapatkan keuntungan yang cukup besar, jadi saya berharap menjaga agar masyarakat tidak keberatan dengan harga," ujarnya.

Suswono berjanji akan menindak para penimbun beras jika memang ada kesengajaan. Ia meyakini pihak berwajib sudah bertindak untuk mengatasi masalah penimbunan beras tersebut.

"Kalau sudah urusan mekanisme pasar ya yang berjalan adalah hukum pasar, dan tentu saja memang pemerintah ini sementara bisa mengimbau, tapi bagi mereka yang ada kesengajaan untuk melakukan penimbunan dan saya kira sudah mengarah untuk menangguk keuntungan yang sebesar-besarnya seperti itu, saya kira pemerintah tidak tinggal diam. pasti ada penindakan, dan saya rasa kewajiban polisi daerah di situ," pungkasnya.

(nia/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads