"Buat apa mal di Banyuwangi. Masyarakat di sini belum membutuhkan saat ini," kata Azwar Anas saat menemui wartawan yang sedang mengikuti test drive jaringan Telkomsel persiapan menyambut mudik di Rumah Kopi, Kemiren, Glagah, Banyuwangi, Kamis (26/7/2012).
Keberadaan mal bagi politisi yang pernah duduk di senayan ini akan membuat masyarakat Banyuwangi konsumtif dan mematikan pasar-pasar tradisional maupun pedagang di perkampungan. Menurutnya ada tiga pengusaha dari Jakarta dan Surabaya yang pernah berniat membangun mal di Bumi Blambangan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Azwar Anas, saat ini retail moderen yang terlanjur mendapat izin dari bupati sebelumnya sengaja dibiarkan. Namun bila ada yang mengajukan izin pendirian baru lagi, dia memastikan akan menolaknya.
"Di meja saya menumpuk pengajuan izin retail-retail moderen. Saya nggak mau kasih izin. Kemarin aja kita tutup retail-retail moderen yang tidak punya izin tapi nekat saja beroperasi," ungkap politisi pengagum Gus Dur ini.
Formatur Ikatan Sarjana NU ini juga berbuat tegas terhadap keberadaan reklame-reklame yang banyak berdiri di wilayahnya. "sekarang kita minta semua. Banyak yang kita tebangi itu," katanya.
Namun, Azwar Anas menyatakan izin untuk mal akan diberikan bila Indeks Prestasi Manusia (IPM) di Banyuwangi lebih dari 7,6. "Jika IPM sudah lebih 7,6, silahkan bangun mal di sini," kata Azwar Anas yang mengaku banyak belajar menata kota dari luar negeri itu.
Kebijakannya yang keras itu kata Azwar Anas bukan sebagai kebijakan yang anti investasi untuk perkembangan daerahnya.
'
"Saya melakukan semua itu untuk melindungi warga Banyuwangi. Bahkan PNS di sini saya larang keras untuk menyajikan buah-buah impor di setiap kegiatan. Menjenguk orang sakit kalau bawa buah ya wajib buah lokal," tandasnya.
Meski dianggap 'kejam', namun Banyuwangi masih tetap diminati investor asing yang ingin mengembangkan ikan kemasan. "Dari Swiss dan beberapa negara sudah ke sini, ingin investasi dengan skala besar," tambahnya.
(gik/dru)










































