Impor Masih Deras, Neraca Perdagangan RI Defisit US$ 67,5 Juta

Impor Masih Deras, Neraca Perdagangan RI Defisit US$ 67,5 Juta

Maikel Jefriando - detikFinance
Rabu, 01 Mei 2013 10:55 WIB
Impor Masih Deras, Neraca Perdagangan RI Defisit US$ 67,5 Juta
Jakarta - Neraca Perdagangan Indonesia (NPI) pada bulan Maret 2013 tercatat surplus sebesar US$ 304,9 juta. Namun secara kumulatif, Januari - Maret 2013 masih defisit US$ 67,5 juta.

Ekspor dilaporkan sebesar US$ 15 miliar atau turun 13,03% secara yoy. Sementara secara komulatif Januari - Maret 2013 adalah US$ 45,39 miliar atau turun 6,44% (yoy).

Ekspor non minyak dan gas bumi (migas) Januari-Maret 2013 US$ 37,27 miliar atau turun 3,27% (yoy). Share terbesar adalah bahan bakar mineral sebesar US$ 6,49 miliar dan Lemak dan minyak hewan/nabati US$ 4,66 miliar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini banyak ekspor karena batubara dan CPO namun karena harga yang turun makanya penurunan tapi secara volume tetap meningkat," ungkap Suryamin,"

Berdasarkan pangsa pasar, ekspor terbesar ke Cina sebesar US$ 5,10 miliar. Kemudian Jepang US$ 4,11 miliar dan Amerika Serikat US$ 3,75 miliar. Tiga negara ini memiliki porsi 34,78% dari keseluruhan.

Sementara impor adalah sebesar US$ 14,70 miliar atau turun 9,97% secara yoy. Komulatif sebesar US$ 45,46 miliar atau turun 0,62% (yoy). Kemudian impor non migas komulatif sebesar US$ 34,15 miliar atau turun 3,06% (yoy).

Share terbesar adalah mesin dan perlatan mekanik US$ 6,49 miliar dan mesin dan perlatan listrik US$ 4,68 miliar. Barang impor berasal dari Cina US$ 6,52 miliar, Jepang US$ 4,65 miliar dan Thailand US$ 2,76 miliar.

"Thailand kembali masuk ini kemungkinan karena mobil," ujarnya.

(dru/dru)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads