Ekspor dilaporkan sebesar US$ 15 miliar atau turun 13,03% secara yoy. Sementara secara komulatif Januari - Maret 2013 adalah US$ 45,39 miliar atau turun 6,44% (yoy).
Ekspor non minyak dan gas bumi (migas) Januari-Maret 2013 US$ 37,27 miliar atau turun 3,27% (yoy). Share terbesar adalah bahan bakar mineral sebesar US$ 6,49 miliar dan Lemak dan minyak hewan/nabati US$ 4,66 miliar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan pangsa pasar, ekspor terbesar ke Cina sebesar US$ 5,10 miliar. Kemudian Jepang US$ 4,11 miliar dan Amerika Serikat US$ 3,75 miliar. Tiga negara ini memiliki porsi 34,78% dari keseluruhan.
Sementara impor adalah sebesar US$ 14,70 miliar atau turun 9,97% secara yoy. Komulatif sebesar US$ 45,46 miliar atau turun 0,62% (yoy). Kemudian impor non migas komulatif sebesar US$ 34,15 miliar atau turun 3,06% (yoy).
Share terbesar adalah mesin dan perlatan mekanik US$ 6,49 miliar dan mesin dan perlatan listrik US$ 4,68 miliar. Barang impor berasal dari Cina US$ 6,52 miliar, Jepang US$ 4,65 miliar dan Thailand US$ 2,76 miliar.
"Thailand kembali masuk ini kemungkinan karena mobil," ujarnya.
(dru/dru)










































