Orang-orang kaya ini berasal dari berbagai negara dan menghasilkan dana dari berbagai industri pula. Kaum Adam masih mendominasi daftar ini, meski ada beberapa wanita yang ingin ambil bagian.
Hanya satu orang dari Timur Tengah yang masuk daftar ini, tepatnya dari Arab Saudi. Siapa dia? Tak lain adalah Pangeran Alwaleed bin Talal, keponakan dari Raja Arab Saudi Abdullah bin Abdulaziz.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti apakah sosok Alwaleed ini? Simak hasil penelusuran detikFinance dari berbagai sumber, Senin (20/5/2013).
Perjalanan hidup sang pangeran
|
Masa kecil Alwaleed dihabiskan di antara Saudi Arabia dan Lebanon. Pada 1975, pindah ke Amerika Serikat (AS) untuk sekolah di Menlo College, California. Setelah lulus ia pulang ke Arab Saudi dan mulai berinvestasi di sektor properti melalui uang pinjaman US$ 30.000 dari ayahnya.
Dalam buku biografinya, "Alwaleed: Billionaire, Businessman, Prince," Alwaleed menyatakan pertama kali mendapat uang hasil jerih payah sendiri melalui jual beli tanah dan jadi perantara kontrak untuk perusahaan multinasional.
Ia mulai dikenal oleh dunia usaha ketika menginvestasikan US$ 590 juta di Citibank pada 1991. Setelah itu, ia banyak menanam modal di perusahaan publik AS lainnya, seperti News Corp., Disney dan Apple. Ia berinvestasi melalui perusahaan miliknya, Kingdom Holding.
Kerajaan bisnis tersebar di seluruh dunia
|
Ia juga punya aset di sektor real estate, saham, media massa, perusahaan investasi, dan pesawat terbang. Investasi yang paling ia jaga dengan baik adalah properti di Arab Saudi.
Alwaleed punya banyak tanah antara lain di 120 hektar perkebunan di, rumah dengan 420 kamar, tiga lantai paling atas di Kingdom Tower, serta beberapa hunian lain di Riyadh. Menurutnya, seluruh asetnya ini bernilai US$ 4,6 miliar (Rp 43,7 triliun).
Pria penggemar ponsel pintar ini juga punya 80% saham di Rotana, media massa elektronik berbahasa Arab dan Inggris yang siarannya mencapai seluruh penjuru Timur Tengah. News Corp juga termasuk salah satu media massa yang sahamnya ia pegang.
Alwaleed juga punya saham di beberapa perusahaan yang bermarkas di Timur Tengah sampai Afrika dengan nilai sekitar US$ 1,03 miliar. Sementara portofolio investasinya di luar Timur Tengah bernilai lebih dari US$ 2,15 miliar, termasuk di GM, Citigroup, dan Twitter.
Tak hanya masuk daftar 100 orang terkaya di dunia, ia juga menjadi orang paling kaya di Timur Tengah. Siapa orang kaya lain di Timur Tengah? Simak di sini.
Ingin bangun menara tertinggi di dunia
|
Dengan modal US$ 1,23 miliar (Rp 11,6 triliun), Alwaleed meminta salah satu kelompok usahanya, Jeddah Economic Company yang dikuasai Kingdom Holding Company, membangun menara dengan ketinggian 1.000 meter atau 1 km.
Jeddah Economic Company pun bekerja sama dengan perusahaan asal London, Tim Macedan EC Harris. Gedung ini diperkirakan bakal mengalahkan gedung tertinggi dunia saat ini yaitu Burj Khalifa di Dubai.
Kingdom Tower ini akan menghadap Laut Merah, dan pembangunannya akan memakan waktu lima tahun. Gedung itu akan terdiri dari hotel bintang lima, apartemen, ruang kantor, dan observatory untuk mengamati benda-benda di langit.
Punya 'Istana Terbang'
|
Pangeran kaya tersebut berencana menjual mainan mewahnya tersebut kepada seseorang yang punya uang sebanyak US$ 500 juta (Rp 4,75 triliun). Sayangnya, nama si pembeli dirahasiakan dengan alasan tertentu, yang pasti ia sama-sama miliuner seperti sang pangeran.
Tapi bukan hanya harganya yang menarik, jeroaan dari pesawat ini juga tidak bisa dilewatkan begitu saja. Selengkapnya bisa dilihat di sini.
Pendukung hak asasi wanita
|
Salah satunya adalah mendukung izin mengemudi untuk kaum hawa yang selama ini sama sekali para perempuan sama sekali tidak diperbolehkan mengemudi.
Selain itu, ia juga punya karyawan wanita lebih banyak daripada pria, mencapai 65% dari total karyawannya di seluruh dunia. Ia sendiri tidak memaksa para karyawan wanitanya itu untuk memakai jilbab.
Halaman 2 dari 6