Bos RNI Tunda Rencana Buka Lahan Peternakan di Australia

Bos RNI Tunda Rencana Buka Lahan Peternakan di Australia

Feby Dwi Sutianto - detikFinance
Kamis, 21 Nov 2013 12:57 WIB
Jakarta - BUMN perkebunan, PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) menunda rencana pembukaan lahan peternakan sapi di Australia. Proses negosiasi akuisisi perusahaan sapi di Australia dihentikan sementara karena memanasnya hubungan diplomatik Indonesia dan Australia.

"RNI menghentikan sementara semua proses ekspansi bisnis ke Australia dan impor sapi. Ini penghormatan ke Republik Indonesia atas martabat," ucap Direktur Utama PT RNI Ismed Hasan Putro kepada wartawan di sela pembukaan gerai Waroeng Rajawali di Mega Kuningan Jakarta Selatan, Kamis (21/11/2013).

Proses negosiasi bakal dilanjutkan ketika situasi kembali kondusif. Ismed mengatakan awalnya RNI berencana membuka 25.000 hektar lahan peternakan sapi di Australia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Di Australia kita sedang penentuan perusahaan yang kita pilih menjadi partner. Perusahaan yang kita jajaki memiliki 25 ribu hektar lahan dan 10 ribuan sapi," jelasnya.

Ismed juga menilai, RNI perlu menjajaki alternatif lain di luar Australia. RNI bakal membidik Selandia Baru sebagai negara alternatif untuk berbisnis.

"Kami ada alternatif New Zealand. Saya juga mengingatkan pemerintah agar tidak tegantung pangan 1 negara. Kosep country based dipisah ke wilayah atau beberapa negara. Kita bisa impor dari Brasil, New Zealand. Asal bebas penyakit," terangnya.

(hen/hen)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads