"Ini keretanya memang super cepat. Jakarta Bandung cuma 37 menit," kata Deputi Sarana dan Prasarana Kementerian PPN/Bappenas Dedy S. Priatna usai rapat di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Selasa (28/1/2014)
Dedy menuturkan, kecepatan kereta ini mencapai 300 km/jam. Sehingga cukup memungkinkan, bila waktu tempuhnya mencapai 37 menit.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selama ini dengan menggunakan kendaraan seperti mobil maupun kereta api, memerlukan waktu sekitar 3 jam dari Jakarta ke Bandung. Belum lagi bila harus bertemu dengan kemacetan di jalan.
"Kalau ini kan nggak macet karena lewat rel dan ini adalah rel baru, tidak dengan rel kereta sebelumnya. Berbeda. Karena ini elevated (jalur melayang) bentuknya," kata Dedy.
Sementara dari keterlambatan, Dedy mengatakan, rata-rata di Jepang sejak ada 50 tahun yang lalu, kereta Shinkansen hanya terlambat 1 menit.
"Di Jepang rata-rata keterlambatan Shinkansen dalam pelayanannya selama kurun waktu kurang lebih 50 tahun sejak diresmikan pengunaannya adalah 1 menit. Cuma 1 menit lho," ujarnya.
Ini menurut Dedy sangat membantu kalangan pebisnis dan masyarakat yang membutuhkan kecepatan dan ketepatan waktu.
"Jadi untuk para pebisnis dari Shinkansen jadwal kegiatan bisnis dapat dilaksanakan dengan tepat waktu baik di Jakarta maupun Bandung. Singkatnya waktu tempuh perjalanan memberikan lebih banyak keleluasaan bagi masyarakat untuk bertemu lebih sering terutama untuk kepentingan bisnis, keluarga atau teman," terangnya.
(/)










































