"Dana itu untuk membangun infrastruktur dulu," kata Direktur Desain dan Teknologi PT PAL Syaiful Anwar kepada seusai acara penyerahan KRI Halasan 630 dari PAL ke TNI AL, Surabaya, Rabu (17/9/2014).
Syaiful mengatakan, infrastruktur pembuatan kapal selam akan dibangun di lahan seluas 100 x 200 meter persegi. Lokasinya masih di areal PAL sendiri. Selain itu, dana juga untuk membeli peralatan pembuat kapal selam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemudian, kata Syaiful, ada yang alat yang dibeli dan ada yang dipinjam dari PT Barata. "Alat bending (pembengkok) baja bisa menggunakan milik PT Barata. Alat lain yang sekiranya bisa dipinjam dari divisi lain tidak kami beli," ujar Syaiful.
Syaiful menambahkan, pembangunan infrastruktur untuk mempdoruksi kapal selam akan dimulai tahun depan. Bila berjalan lancar, di 2017, produksi kapal selam yang direncanakan bertipe 209 sudah bisa dilakukan.
PAL membutuhkan total dana Rp 2,5 triliun untuk membangun dan mengembangkan proyek kapal selam ini. Namun untuk tahun depan, dana yang disetujui baru mencapai Rp 1,5 triliun. Kekurangan Rp 1 triliun direncanakan cair di 2016.
(iwd/dnl)










































