Rencana merger ini sedang dibicarakan dengan serius oleh kedua belah pihak. Bila disepakati, ini akan menjadi kesekapatan terbesar di 2015.
Mega merger tersebut, seperti dilansir dari BBC, Rabu (8/4/2015), bakal mengkombinasikan dua perusahaan dengan total kapitalisasi pasar 200 miliar poundsterling (US$ 296 miliar) atau lebih dari Rp 3.800 triliun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemungkinan, anjloknya harga minyak menjadi latar belakang merger dua perusahaan ini. Mereka bersatu sehingga bisa menjadi perusahaan kuat di tengah anjloknya harga minyak.
BG Group merupakan perusahaan energi terbesar ketiga di Inggris. Pada Februari 2015 lalu, perusahaan ini menghapuskan aset minyak dan gasnya senilai US$ 9 miliar atau Rp 117 triliun, karena anjloknya harga minyak.
Shell juga memangkas anggaran investasinya 10 miliar poundsterling dalam 3 tahun ke depan,
Ada kontroversi yang terjadi pada BG Group, di mana CEO perusahaan ini, yaitu Helge Lund akan diberikan bonus besar mencapai 12 miliar poundsterling atau Rp 240 miliar, padahal harga minyak sedang anjlok. Belum lagi, gaji pokok Lund mencapai 1,95 juta poundsterling per tahun, atau sekitar Rp 39 miliar.
(dnl/hds)










































