Lembaga di bawah naungan PBB yang menyediakan pendanaan untuk pembangunan ekonomi, khususnya sektor pertanian ini, sejak tahun lalu menempatkan kantornya di Indonesia. Kantor perwakilan di Jakarta tersebut juga mencakup untuk wikayah Kepulauan Pasifik dan Papua Nugini.
"Hari ini perayaan satu tahun pertama pembangunan kantor regional IFAD di Jakarta. Ini jadi pusat sub regional yang lebih luas termasuk Papua Nugini dan Kepulauan Pasifik. Saya harap dengan kantor di sini, bisa mencakup dengan baik 18 negara yang rawan bencana termasuk konflik," kata Sri Mulyani saat Peringatan 1 Tahun Beroperasinya Kantor Regional IFAD di Grand Hyatt, Jakarta, Selasa (8/8/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya juga sebenarnya senang IFAD tak hanya fokus di kantor pusat di Roma. Saya pikir IFAD tak akan bisa mencapai tujuannya jika hanya terpusat di Roma. IFAD juga fokus pada aktivitas ekonomi dan sosial di pedesaan, dimana Indonesia itu negara besar. Kita sendiri sadar tak bisa memperbaiki kesejahteraan di level pedesaan jika hanya mendesain kebijakan dari Jakarta," ungkapnya.
"Jadi saya tak bisa bayangkan Anda sebagai organisasi global bicara soal pedesaan hanya dari Roma. Itu tidak akan bekerja dengan tepat, meski Anda menggunakan teknologi sekalipun. Jadi saya bangga IFAD didirikan di banyak lokasi di dunia, dan memilih Jakarta sebagai salah satunya," tambahnya.
Indonesia adalah salah satu negara anggota IFAD dengan portolio terbesar di kawasan Asia dan Pasifik. Sejak tahun 1980, IFAD telah mendanai 16 proyek pinjaman dengan total nilai USD 1,627 Juta (pendanaan IFAD sebesar USD 510 juta).
Program berjalan saat ini mencakup empat proyek investasi dan telah memberikan
manfaat bagi lebih dari 122 juta orang. Melalui pembukaan kantor IFAD di Jakarta, IFAD dan Pemerintah Indonesia bermaksud untuk mendorong kemitraan yang ada ke jenjang yang lebih tinggi, khususnya melalui keterlibatan yang lebih mendalam di sisi kemitraan serta menginformasikan kebijakan yang mendukung
transformasi perdesaan yang inklusif.
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengharapkan adanya kemitraan yang terbangun lebih erat antara Indonesia dan IFAD.
"IFAD dan Indonesia memiliki sejarah panjang dalam membangun kemitraan yang erat dan kami menganggap IFAD sebagai mitra kunci dalam mencapai prioritas pembangunan Indonesia, termasuk mencapai Tujuan Pembangunan Global dan memperkuat peran Indonesia di kancah pembangunan internasional," tambah Bambang.
Hal ini juga disambut baik oleh IFAD Associated Vice President Programmes Perin Saint Ange.
"Kemitraan adalah jantung dari operasi IFAD. Kegiatan semacam forum ini merupakan kesempatan yang berharga untuk memperkuat kolaborasi Selatan-Selatan diantara negara mitra IFAD. Sebagai negara kepulauan, negara yang dinaungi oleh kantor IFAD Jakarta memiliki sejumlah karakteristik serupa yang terkait dengan peluang dan kerentanan pembangunan. Dukungan terhadap pembelajaran dan pertukaran antar negara akan menjadi tugas penting dari kantor ini," ujar Perin.
(idr/mkj)