Kondisi ini pula yang membuat jalanan sempit akses menuju ke bandara saat ini terbilang sangat macet. Kasi Kelurahan Pondok Cabe Ilir, Anwar Sanusi, mengatakan wilayah di sekitar bandara Pondok Cabe sudah mulai padat penduduk sejak 1990-an. Namun baru semakin marak pemukiman pasca tahun 2000.
"Puluhan tahun di sini sudah padat. Yah sejak ada bandara itu kan tahun 1970-an, sudah mulai ramai tuh. Kemudian banyak perumahan itu tahun 1990-an, tapi paling ramai mulai tahun 2000. Kawasannya ramai, jalannya sempit, wajar macet," kata Sanusi ditemui di kantornya, Jumat (9/9/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia menuturkan, tanah yang saat ini jadi Landasan Udara Pondok Cabe itu sendiri sebelumnya merupakan perkampungan Betawi. Pendatang mulai berdatangan setelah Pondok Cabe dibangun bandara oleh Pertamina.
"Itu bandara kan dulu gusuran orang Betawi. Dibeli tanahnya, baru ada bandara banyak pendatang. Sekarang itu sekitaran bandara sudah padat sekali. Dulu kan masih sawah dan kebon," ujar Sanusi.
Lantaran sudah terlanjur padat penduduk dengan akses jalan yang sempit, pihaknya berharap Jalan Raya Cirendeu-Pondok Cabe bisa dilebarkan apabila rencana menjadikan bandara komersial benar-benar terwujud.
"Biar enggak macet dilebarin dulu. Itu kan jalan Provinsi, yang lebarkan ya Pemprov. Karena kalau enggak dilebarin, begitu ada bandara semakin parah macetnya," tutur Sanusi.
Bandara Pondok Cabe sebenarnya masuk dua kelurahan, yakni Kelurahan Pondok Cabe Ilir dan Kelurahan Pondok Cabe Udik. Meski jaraknya hanya terpaut sekitar 7 kilometer dari Jakarta, tepatnya di Lebak Bulus, jarak tempuhnya bisa satu jam lebih jika menggunakan kendaraan roda empat, lantaran kemacetan parah di kawasan itu.
Seperti diketahui, rencana menjadikan Bandara Pondok Cabe sebenarnya sudah ada sejak lama, namun baru dilakukan intensif sejak tahun lalu. Bahkan maskapai Garuda Indonesia menargetkan sudah bisa terbang dari bandara itu sejak Maret 2016 lalu, namun kemudian belum juga terealisasi lantaran belum siapnya fasilitas di bandara.
Dimiliki oleh Pertamina, bandara ini memiliki luas mencapai 170 hektar dengan panjang runway 2.200 meter dengan lebar 45 meter, sehingga memungkinkan bisa didarati pesawat berbadan sedang sekelas Boeing 737. (idr/hns)











































