Diserbu Aksi Jual, IHSG Melempem ke 5.798 Sore Ini

Diserbu Aksi Jual, IHSG Melempem ke 5.798 Sore Ini

Dana Aditiasari - detikFinance
Rabu, 12 Sep 2018 16:20 WIB
Diserbu Aksi Jual, IHSG Melempem ke 5.798 Sore Ini
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka hijau pagi ini. Sayang, penguatan yang terjadi hingga jeda perdagangan siang tadi tak bertahan hingga sore ini.

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sore ini berada di level Rp 14.821, lebih jinak ketimbang posisi Senin kemarin yang berada di Rp 14.885.

Pada perdagangan pre opening, IHSG naik 8,198 poin (0,14%) ke 5.839,315. Indeks LQ45 juga naik 2,036 poin (0,22%) ke 923,824.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Membuka perdagangan, Rabu (12/9/2018), IHSG naik 14,210 poin (0,24%) ke 5.845,400. Indeks LQ45 juga naik 3,426 poin (0,39%) ke 925,496.

Pada pukul 09.05 waktu JATS, IHSG naik 37,694 poin (0,59%) ke 5.866,969. Indeks LQ45 naik 6,291 poin (0,64%%) ke 927,695.

Jeda siang ini, IHSG berada di hijau. IHSG menguat 21,785 poin (0,37%) ke 5.852,902. Indeks LQ45 naik 2,144 poin (0,23%) ke 923,932.

Menutup perdagangan sore ini, IHSG tiba-tiba melempem. IHSG turun 32,966 poin (0,57%) ke 5.798.151. Indeks LQ45 melemah 11,003 poin (1,19%) ke 910,785.

Turunnya 6 saham sektoral membuat IHSG gagal mempertahankan laju positifnya hari ini. Saham sektor keuangan menyumbang kejatuhan paling dalam dengan pelemahan mencapai 1,99%.

Aksi jual asing yang cukup deras juga jadi pemicu negatifnya laju IHSG. Investor asing mencatat jual bersih mencapai Rp 684,48 miliar. Sebanyak 207 saham masih menguat, 180 saham melemah dan 117 saham stagnan.

Perdagangan saham terpantau cukup ramai dengan frekuensi perdagangan saham tercatat 376.697 kali transaksi sebanyak 9,2 miliar lembar saham senilai Rp 7,2 triliun.


Sementara itu, indeks utama bursa AS ditutup kompak di teritori positif pada perdagangan kemarin (11/08). Indeks Dow Jones berakhir menguat sebesar 0.44% ke level 25,971, S&P terapresiasi 0.37% ke level 2,887 dan Nasdaq naik sebesar 0.61% ke level 7,972.

Penguatan pada indeks utama Wall St terjadi seiring dengan penguatan sektor teknologi dan energy. Adapun kenaikan pada sektor energy didukung oleh naiknya harga minyak mentah yang sempat menyentuh kenaikan 2% pasca adanya sanksi AS yang menekan ekspor minyak mentah Iran guna memperketat pasokan global.

Selain itu, penguatan pada indeks utama Wall St terjadi di tengah ketegangan perdagangan AS dan China, di mana China menyatakan kepada Pihak Organisasi Perdagangan Dunia bahwa mereka ingin menjatuhkan sanksi terhadap Amerika Serikat terkait sengketa atas bea dumping.

Bursa-bursa Asia mayoritas bergerak negatif siang ini. Berikut situasi di bursa regional siang hari ini:
  • Indeks Nikkei 225 turun 0,27% ke 22.604,609.
  • Indeks Hang Seng turun 0,29% ke 26.345,039.
  • Indeks Komposit Shanghai turun 0,33% ke 2.656,110.
  • Indeks Straits Times naik 0,47% ke 3.124,650.
Saham-saham yang masuk jajaran top gainers di antaranya adalah, Indo Kordsan (BRAM) naik Rp 975 ke Rp 7.475, Unilever Indonesia (UNVR) naik Rp 600 ke Rp 46.125, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 600 ke Rp 74.000 dan Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 575 ke Rp 25.775.

Sementara saham-saham yang masuk jajaran top losers di antaranya adalah, Bank Central Asia (BBCA) turun Rp 850 ke Rp 23.900, Indocement Tunggal (INTP) turun Rp 600 ke Rp 16.600, United Tractors (UNTR) turun Rp 575 ke Rp 32.125 dan Indah Kiat Pulp and Paper (INKP) turun Rp 325 ke Rp 17.400. (dna/ara)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads