Soal Dolar AS 'Ngamuk', SBY: Ini Bukan Hal yang Baru

Soal Dolar AS 'Ngamuk', SBY: Ini Bukan Hal yang Baru

Ardan Adhi Chandra - detikFinance
Senin, 17 Sep 2018 19:49 WIB
Foto: Noval Dwinuari Antony/ deticom
Jakarta - Presiden ke-6 Republik Indonesia (RI) Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) membeberkan soal tantangan eksternal yang dihadapinya saat memimpin Indonesia selama 10 tahun. Mengenai penguatan dolar Amerika Serikat (AS) belakangan ini juga ia menganggapnya sebagai hal yang biasa.

"Faktor eksternal ini lah yang menjadi biang keladi melemahnya ekonomi Indonesia. Namun sebenarnya faktor eksternal yang berdampak pada ekonomi saat ini bukan hal yang baru bagi Indonesia," ujar SBY dalam pidatonya di acara HUT ke-17 PD di Djakarta Theatre, Jakarta Pusat, Senin (17/9/2018).


Dalam 10 tahun kepemimpinannya, lanjut SBY, ia juga menghadapi beragam tantangan eksternal. Tantangan eksternal tersebut terjadi di 2005, 2008, dan 2013.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"2005, 2008, dan 2013 menghadapi meroketnya harga minyak dunia," kata SBY.


Di tahun 2008, lanjut SBY, ekonomi Indonesia juga mendapatkan tekanan akibat krisis ekonomi global. Namun, tantangan tersebut bisa diatasi.

"Demikian juga ketika Indonesia mendapatkan pukulan dan tekanan dari krisis ekonomi global 2008. Saat itu, kita takut kalau nasib Indonesia sama dengan krisis yang terjadi 10 tahun sebelumnya. Tanda-tanda kepanikan juga sudah muncul," bebernya. (ara/ang)

Hide Ads