Kapan Merpati Bisa Terbang Lagi Ya?

Kapan Merpati Bisa Terbang Lagi Ya?

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Rabu, 16 Okt 2019 19:04 WIB
Halaman ke 1 dari 2
1.

Kapan Merpati Bisa Terbang Lagi Ya?

Kapan Merpati Bisa Terbang Lagi Ya?
Foto: Suparno Nodhor
Jakarta - Rencana PT Merpati Nusantara Airlines (MNA) untuk menerbangkan kembali pesawatnya belum jelas hingga saat ini. Sebab, untuk menerbangkan pesawatnya, Merpati mesti mendapat suntikan modal.

Direktur Utama Merpati Nusantara Airlines (MNA) Captain Asep Eka Nugraha mengatakan, dalam proposal perdamaian Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU), Merpati bisa menerbangkan pesawatnya jika ada modal masuk.

"Kalau pakai proposal perdamaian, kan masih subject to strategic investor masuk, ya kan. Tapi kalau sekarang menjadi seperti apa belum bisa mejawabnya, kan ada chip in juga dana, apakah kemudian akan full chip in dana, kita belum proses sampai situ," katanya di Kementerian BUMN Jakarta, Rabu (16/10/2019).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Soal kelanjutan investor menyuntik modal, Asep belum bisa memberi keterangan. Sebelumnya, PT Intra Asia Corpora berniat menyuntik modal Merpati sebesar Rp 6,4 triliun.

"Saya belum komentar dulu ya," ujarnya.

Terkait utang, dia menambahkan, dalam PKPU telah disetujui penghapusan bunga. Sehingga, utang Merpati yang sebelumnya tembus Rp 10,9 triliun, kini tersisa sekitar Rp 6 triliun.

"Loh pengadilan kemarin di PKPU berhasil menghapuskan bunga, cukup besar bunga kita kan lebih dari Rp 4,4 triliun sendiri," terangnya.

Untuk diketahui, perjalanan Merpati untuk terbang lagi telah melewati proses yang panjang. Hal itu bermula dari instruksi pemerintah untuk restrukturisasi pada Oktober 2015. Saat itu, ada tiga perintah yang diberikan pemegang saham atau pemerintah yakni mendirikan anak perusahaaan, penyelesaian karyawan dan restukturisasi utang.

Dia bilang, pada 27 Januari 2016 tahapan pertama berhasil dilewati. Merpati melahirkan dua anak usaha yakni untuk perawatan dan training center.

"Yaitu Merpati Maintenance Facility dan Merpati Training Center. Saat itu dilahirkan dalam kondisi perusahaan induknya sudah stop operasi dari 2014. Ada tantangan tersendiri. Alhamdulilah anak Merpati itu berjalan, hidup, meskipun sedikit sudah capai keuntungan," jelasnya.

Tahapan kedua juga berhasil dilewati. Merpati mulai menyelesaikan urusan karyawan pada Februari 2016. Saat itu Merpati punya 1.532 karyawan di mana 1.441 merupakan karyawan tetap.

Tahapan ketiga yakni restrukturisasi utang terus berjalan. Merpati baru saja berurusan dengan kreditur di mana total utangnya mencapai Rp 10,9 triliun. Pada 14 November 2018, homologasi Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) tercapai yang artinya kreditur masih memberi kesempatan Merpati untuk menyelesaikan kewajibannya.

"Perjalanan PKPU itu juga Alhamdulilah berkat dukungan kreditor 14 November 2018 kami capai homologasi. Artinya, Merpati saat itu proposal yang diajukan dipercaya dan diberi kesempatan kreditor untuk menjalankan bisnis sesuai yang diajukan. Yang pada kesempatan nantinya akan mampu selesaikan kewajiban terhadap para kreditur," jelasnya.
Hide Ads