Salah satunya adalah anggaran Rp 82,8 miliar untuk pembelian lem merek Aica Aibon. Anggaran sebesar itu dibongkar oleh Anggota Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) DPRD DKI Jakarta William Aditya Sarana. Dalam akun twiter-nya William merasa heran anggaran untuk lem Aibon saja bisa sampai miliaran rupiah.
"Ditemukan anggaran aneh pembelian lem aibon Rp 82 milliar lebih oleh Dinas Pendidikan. Ternyata Dinas Pendidikan mensuplai 2 kaleng lem Aibon per murid setiap bulannya. Buat apa?" kata William melalui cuitan melalui akun Twitter miliknya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
BIsa dipakai untuk apa saja uang sebanyak Rp 82 miliar itu?
Lanjut ke halaman berikutnya >>>
Lebih Baik Dipakai untuk Ini
Foto: iStock
|
Dengan asumsi anggaran pendidikan APBD DKI 2020 mencapai 31%, maka angka Rp 82,8 M tergolong kecil yaitu cuma 0,33%. Namun kalau cuma dibelikan lem Aibon sebanyak itu kok rasanya mubazir ya.
Jadi daripada dibelikan lem Aibon, lebih baik dialokasikan untuk belanja produktif yang lain seperti renovasi atau peremajaan gedung-gedung sekolah, meningkatkan angka partisipasi pendidikan untuk level SMP dan SMA/SMK melalui pemberian beasiswa.
Sepanjang 2019 , pemerintah provinsi DKI menganggarkan Rp 2 triliun untuk renovasi 149 sekolah. Kalau saja pos anggaran untuk beli lem Aibon tersebut dialokasikan untuk renovasi dan rehabilitasi gedung sekolah yang rusak lumayan bisa menambah 6-10 sekolah lagi.
Anggaran tersebut juga sebenarnya bisa digunakan untuk memberikan program beasiswa kepada siswa yang kurang mampu tetapi berpotensi terutama untuk mereka yang terancam berhenti sekolah di level SMP. Terakhir, Angka Partisipasi Murni (APM) DKI untuk tingkat SMA/SMK masih di bawah 60%.
Jadi dana Rp 82,8 miliar tadi kalau di alokasikan untuk sektor pendidikan bisa berdampak lebih signifikan. Tentu program pemberian beasiswa juga harus tepat sasaran.
Berita ini bisa dilihat juga di CNBC Indonesia melalui tautan berikut ini: Ketimbang Rp 82 M Beli Lem Aibon Mending Buat...
Halaman 2 dari 2