Menurut salah satu pelaku pasar, hal tersebut membuat para pelaku ekonomi melakukan langkah-langkah pencegahan dengan mengambil asuransi terorisme dan sabotase, sekalipun premi yang harus dibayar tinggi.
"Dikabarkan PT Asuransi Bintang Tbk (ASBI) memperoleh keuntungan pendapatan yang signifikan atas larisnya produk asuransi tersebut," kata si pelaku pasar itu, Senin (9/5/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada perdagangan Jumat 6 Mei 2011, ASBI ditutup menguat pada level Rp 450, naik 25% dari perdagangan sebelumnya.
Disclaimer: Redaksi detikFinance tidak bertanggung jawab atas isi dari rumor saham ini. Semua keputusan investasi tetap berada di tangan investor.
(ang/ang)











































