Menurut salah satu pelaku pasar, peningkatan laba bersih didorong oleh faktor peningkatan harga komoditas yang terjadi mulai pertengahan tahun ini.
Selain itu, kecemasan market global akan bencana krisis keuangan gelombang kedua di negara-negara Eropa, Amerika Serikat, dan beberapa negara di Asia mendorong para investor memburu komoditas-komoditas yang memiliki kestabilan nilai tukar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada bulan Desember tahun ini, ANTM juga berencana menerbitkan obligasi korporasi sebesar Rp 2 triliun untuk membiayai proyek feronikel di daerah Kepulauan Halmahera.
Pada perdagangan Kamis kemarin, ANTM dibawa ke harga Rp 1.480 per lembarnya atau naik 60 poin (+4,23%) dibanding penutupan hari sebelumnya dengan jumlah transaksi senilai Rp 41,6 miliar.
Disclaimer: Redaksi detikFinance tidak bertanggung jawab atas isi dari rumor saham ini. Semua keputusan investasi tetap berada di tangan investor.
(ang/ang)











































