Menurut salah satu pelaku pasar, akumulasi oleh sejumlah bandar ini sudah dimulai sejak kemarin di tengah koreksi yang terjadi di bursa saham. Saham ELSA menjadi salah satu yang masih bisa menguat.
Kemarin, saham ELSA mengalami peningkatan 10 poin (+4,65%) ke level Rp 225 per lembar sahamnya dengan volume perdagangan sebesar 26,8 juta lembar senilai Rp 5,69 miliar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Naiknya laba bersih ELSA tersebut ditopang oleh peningkatan laba dari sektor hilir dan hulu migas, serta jasa pendukung sektor hulu migas. Sementara untuk proyek ke depan, ELSA sedang merampungkan proyek 3D Land Seismic Data Acquisition di Subang.
Dengan selesainya proyek ini, pendapatan ELSA dari sektor jasa hulu migas terintegrasi akan meningkat jauh lebih tinggi daripada perkiraan. Hingga saat ini hanya ELSA yang memiliki teknologi 3D Land Seismic Data Acquisition tersebut.
"Jadi dapat dikatakan, ELSA akan menguasai sepenuh pangsa pasar sektor ini," tambahnya.
Disclaimer: Redaksi detikFinance tidak bertanggung jawab atas isi dari rumor saham ini. Semua keputusan investasi tetap berada di tangan investor.
(ang/ang)
