Menurut salah satu pelaku pasar, rencana ini beredar setelah pihak investor dari Jepang ini menyatakan ketertarikan untuk berinvestasi pada perusahaan asuransi umum yang sedang berkembang.
"Kandidat yang paling diunggulkan adalah ASBI, karena pihak investor mempertimbangkan harga ASBI yang masih murah dan kemampuan pengembangan perusahaan yang masih cukup besar," bisik si pelaku pasar tersebut, Senin (13/2/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Emiten berkode ASBI itu juga akan lebih fokus dalam merancang produk premi asuransi yang dikhususkan untuk segmen retail. Dengan rencana ASBI mengalihkan porsi penjualan premi ke konsumen retail, maka ASBI akan membukukan peningkatan laba yang cukup signifikan tahun ini.
"Inipun menjadi salah satu alasan pihak asing tertarik mengakuisisi sebagian sahamnya," tambahnya.
Pada perdagangan Jumat lalu, harga saham ASBI naik 30 poin (+8,45%) ke level Rp 385 per lembarnya dengan nilai transaksi sebesar lebih dari Rp 235,22 juta.
Disclaimer: Redaksi detikFinance tidak bertanggung jawab atas isi dari rumor saham ini. Semua keputusan investasi tetap berada di tangan investor.
(ang/ang)











































