Menurut salah satu pelaku pasar, peningkatan laba didapatkan dari naiknya penjualan ekspor ke beberapa negara di kawasan Asia, juga keberhasilan perusahaan menjajaki penjualan ke negara kangguru, Australia pada tahun 2011 lalu.
"Beberapa proyek GDST yang belum terlaksana pada tahun 2011 lalu akan dirampungkan memasuki kuartal kedua tahun ini," bisik si pelaku pasar, Rabu (29/2/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beberapa analis menilai, GDST diproyeksikan akan menyentuh level Rp 300 per lembarnya menjelang pengumuman laporan keuangan akhir tahun 2011.
Pada perdagangan kemarin, GDST ditutup berada di area positif di level Rp 144 atau meningkat 10 poin (+7,46%) dengan volume transaksi senilai lebih dari Rp 9,1 miliar.
Disclaimer: Redaksi detikFinance tidak bertanggung jawab atas isi dari rumor saham ini. Semua keputusan investasi tetap berada di tangan investor.
(ang/ang)











































