Menurut salah satu pelaku pasar, hal itu terjadi seiring rencana perseroan stock split 1:5 dan membagikan dividen serta saham bonus.
"Selain itu, tahun depan, produksi BRNA diperkirakan bertambah 30%, menyusul tuntasnya pembangunan pabrik baru di Cikarang," kata salah satu pelaku pasar, Kamis (16/8/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Disclaimer: Redaksi detikFinance tidak bertanggung jawab atas isi dari rumor saham ini. Semua keputusan investasi tetap berada di tangan investor.
(ang/ang)











































