Menurut salah satu pelaku pasar, saham Bukopin sudah masuk fase sideway sejak triwulan III-2012. Kabar yang beredar, faktor kinerja jadi pemicunya.
"Hal berbeda ditunjukan oleh saham-saham perbankan lainnya seperti BJBR dan BDMN," kata si pelaku pasar itu, Selasa (15/1/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Rendahnya pertumbuhan kredit ini disebabkan oleh BBKP perlu menyisihkan sejumlah dana untuk kepentingan Bulog yang membutuhkan dana secara musiman," tambahnya.
Padahal, kata dia, rasio LDR Bukopin sudah sama dengan total perbankan, yaitu 82,63%, artinya peningkatan kredit sudah sulit dilakukan dengan modal yang sekarang.
Disclaimer: Redaksi detikFinance tidak bertanggung jawab atas isi dari rumor saham ini. Semua keputusan investasi tetap berada di tangan investor.
(ang/ang)











































