Digemparkan Omnibus Law, IHSG Tetap Strong Meski Dana Asing Kabur

Danang Sugianto - detikFinance
Minggu, 11 Okt 2020 13:05 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 5% ke level 4.891. Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan saham siang ini.
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Pekan ini menjadi pekan yang cukup menghebohkan di Indonesia. UU Omnibus Law Cipta Kerja yang disahkan pada awal pekan lalu menimbulkan banyak penolakan dan aksi demo yang berjalan terbilang ricuh.

Namun hal itu seakan tidak menjadi sentimen negatif bagi pasar modal Indonesia. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus menguat sepanjang pekan lalu.

Melansir keterangan resmi PT Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG pekan ini tercatat naik 2,58% dari penutupan pekan lalu 4.926,734 menjadi 5.053,663.

Selama 5 hari perdagangan, IHSG secara berturut-turut mengalami kenaikan. Kenaikan tertinggi pada perdagangan 6 Oktober 2020 sebesar 0,82%.

Namun data rata-rata frekuensi harian selama sepekan mengalami penurunan 6,16% dari 616,832 ribu kali di pekan lalu menjadi sebesar 578,849 ribu kali transaksi.

Investor asing juga selama sepekan melakukan aksi jual dengan total net sell di seluruh pasar sebesar Rp 8,09 triliun selama sepekan ini. Lalu jika dilihat awal tahun jual bersih investor asing mencapai Rp 45,953 triliun.

Meskipun rata-rata nilai transaksi harian bursa melonjak 24,22% dari Rp 6,71 triliun di pekan sebelumnya menjadi Rp 8,335 triliun. Lalu rata-rata volume transaksi naik 4,65% dari 10,534 miliar saham menjadi 11,024 miliar saham.

Selain itu, kapitalisasi pasar bursa selama sepekan meningkat 2,58 persen menjadi Rp 5.877,468 triliun dari Rp 5.729,839 triliun dari minggu lalu.



Simak Video "IHSG Anjlok Karena PSBB Jakarta, PPP: Masyarakat Dulu Baru Ekonomi"
[Gambas:Video 20detik]
(das/zlf)