Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 08 Nov 2012 20:49 WIB

d'Preneur

Sandiaga Uno: Tak Beri 'Upeti' Maka Pengusaha Dapat Gangguan

- detikFinance
Jakarta -

Permintaan upeti tidak hanya terjadi pada perusahaan plat merah atau BUMN. Ternyata, pengusaha swasta di Indonesia juga menjadi sasaran permintaan uang pelicin atau upeti untuk melancarkan usaha.

Pengusaha muda Sandiaga Uno, menjelaskan berdasarkan pengalamannya, jika pengusaha tidak memberi uang pelicin maka bisnis bisa terganggu.

"Perizinan, ini masalah sistemiknya kalau kita tidak memberikan fasilitasi, kita akan menghadapi gangguan dan tekanan yang dihadapi," tutur Sandi di acara d'Preneur, di Menara Bank Mega, Kamis (8/11/2012).

Bahkan menurut Sandi, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) pernah melakukan penelitian terhadap kalangan usaha khususnya Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Dari hasil penelitian menunjukkan, terjadi biaya-biaya tinggi dari permintaan 'upeti' yang mengambil porsi 20% dari biaya.

"UMKM ini kena, high cost ekonomi bisa mencapai 20% dari produksi UMKM, untuk fasilitasi ini, nyogok ini berikan upeti, kalau 20% dihilangkan daya saing kita naik," tambahnya.

Ia pun menilai, perlu adanaya gerakan nasional untuk bersih-berish terhadap aksi permintaan 'upeti'. Bos Recapital ini pun optimistis, ketika biaya lain-lain yang menyebabkan high cost ekonomi ini hilang, ekonomi Indonesia bisa tumbuh lebih baik.

"Kalau 20% dihilangkan daya saing kita naik, ekonomi tumbuh 6,17% di kwartal III bisa tumbuh di 7 sampai 8%," pungkasnya.

Ingin tahu kisah lain dari Sandiaga Uno? Saksikan juga VOD "Sandiaga Uno Pengusaha Muda dan Sukses" hanya di detikTV

(feb/hen)
​​​Promosikan bisnis kamu, ​​​detik ini juga​​ di adsmart.detik.com
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
Drooftalk
×
GADUH KERAJAAN GALUH
GADUH KERAJAAN GALUH Selengkapnya