Siapa yang tak mengenal gaya sederhana Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan dalam cara berpakaian, khususnya dalam memakai sepatu kets. Mengapa Dahlan senang memakai sepatu kets ketimbang sepatu formal?
Dahlan mengaku, dirinya telah dari sejak lama hobi menggunakan sepatu kets. Dan sampai saat ini pun dirinya masih hobi menggunakan sepatu kets, dan itulah yang menjadi ciri mantan Bos PLN ini.
"Saya sudah sejak sebelum jadi pejabat sudah pakai sepatu kets ini, hanya meneruskan saja," kata Dahlan di acara d'Preneur, di Menara Bank Mega, Jalan Tendean, Jakarta Salatan, Kamis (27/2/2013)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mungkin terlalu lama menjadi orang media. Sehingga saat menjadi pejabat nurani saya masin belum menerima," katanya.
Karier Dahlan dimulai sebagai calon reporter sebuah surat kabar kecil di Samarinda, Kalimantan Timur pada 1975. Lalu di 1976, ia menjadi wartawan majalah Tempo. Sejak 1982, Dahlan memimpin surat kabar Jawa Pos hingga sekarang.
Dahlan dikenal menjadikan Jawa Pos yang waktu itu hampir mati dengan oplah 6.000 ekslempar, dalam waktu 5 tahun menjadi surat kabar dengan oplah 300.000 eksemplar. Lima tahun kemudian terbentuk Jawa Pos News Network (JPNN), salah satu jaringan surat kabar terbesar di Indonesia yang memiliki 134 surat kabar, tabloid, dan majalah, serta 40 jaringan percetakan di Indonesia.
Di Akhir 2009, Dahlan ditunjuk menjadi Direktur Utama PLN. Kemudian, pada 17 Oktober 2011, Dahlan ditunjuk Presiden SBY sebagai Menteri BUMN menggantikan Mustafa Abubakar yang sakit.
Dahlan membagi pengalamannya dengan beberapa orang terpilih dalam acara d'Preneur di detikFinance.
(zlf/dru)











































