Elen menjelaskan ide awal usahanya itu didapat ketika jalan-jalan ke Amerika Serikat (AS) beberapa waktu lalu. Saat itu, ia melihat pembuatan tato sementara (temporer) di AS. Berawal dari ketertarikan itu dia mencoba membuka usaha tato temporer bernama Potatoo di Indonesia.
"Pertamanya aku jalan-jalan ke Amerika. Di sana udah ada produk kayak gini. Kebetulan aku sendiri bisa kreatif desain jadi aku coba buat-buat sendiri dan akhirnya berhasil," kata wanita ini saat ditemui di acara Creativepreneur di Java Jazz, pekan lalu di Jakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Modal berapa ya, wah aku nggak bisa hitung. Karena modal cuma desain dari aku saja, pengerjaanya aku lempar lagi ke yang lain," imbuhnya.
Usaha yang dimulai dari Desember 2013 yang lalu ini, pada bulan pertama mampu menjual kurang lebih 1.000 tato kepada konsumen.
"Usaha ini baru kok, aku baru mulai bulan Desember yang lalu, omzet waktu itu aku bisa jual sampe 1.000 buah, kalau yang sekarang lebih tapi aku belum sempet itung," tambahnya.
Jasa tato temporer miliknya mampu tahan hingga 1-2 minggu, syaratnya tidak kena lotion atau kena minyak sedangkan untuk mandi dan rutinitas sehari-hari tidak menjadi masalah. Satu buah tato temporer dijual dengan harga Rp 20.000 per lembarnya.
"Ini bisa tahan 1-2 minggu asal jangan kena lotion saja atau minyak, tapi kalau mandi dan kena keringet nggak apa-apa," imbuhnya.
Saat ini tato ini masih dijual di Tick Tock Plaza Indonesia (Jakarta) dan juga online, namun Elen mengaku akan membuka beberapa gerai lain di beberapa tempat lainnya.
"Saat ini usahanya di Tick Tock Plaza, dan dijual online tapi setelah ini aku mau buka di tempat lain juga," pungkasnya.
(hen/hen)











































