Pengusaha Nasional Pemilik CT Corp, Chairul Tanjung, memberi bocoran supaya bisa bergaul dengan para pengusaha sukses. Bocorannya adalah, tidak ada sesuatu yang instant karena semua perlu proses.
"Jadi begini. Saya ini tidak mungkin tiba-tiba masuk ke jaringan konglomerat. Caranya bergaul dengan tingkat sesama dan tingkat yang sedikit di atasnya. Nah, dengan begitu bisa," kata pria yang akrab disapa CT itu menjawab pertanyaan peserta d'Preuner bernama Eka Fitriyani di Menara Bank Mega, Jalan Kapten Tendean, Jakarta Selatan, Rabu (4/2/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
CT memberi contoh, awalnya CT pernah ingin kenal dengan kepala cabang sebuah bank. Tidak pantang menyerah CT terus menunggu di depan bank tersebut selama berhari-hari sampai akhirnya kepala cabang itu mau menemui CT.
Setelah kenal dengan kepala cabang, CT mulai berusaha kenal dengan kepala biro. Setelah kepala biro lanjut ke direktur keuangan. Sudah cukup? Belum.
Pria berjuluk 'Si Anak Singkong' ini pun berusaha lagi untuk kenal dengan direktur utama bank tersebut. Kemudian lanjut berkenalan dengan direktur utama dari bank-bank lain.
"Dari situ terus lanjut mulai lagi kenal menteri keuangan, lalu menteri-menteri yang lain sampai dengan pengusaha-pengusaha besar. Jejaring ini penting. Nanti naik lagi sampai kenal wapres, kenal presiden, sampai akhirnya kenal presiden-presiden negara lain," ujarnya.
Jadi, lanjut CT, jangan mimpi untuk tiba-tiba bisa masuk jaringan konglomerat karena semua ada tahapannya.
"Lama memang, tapi itu caranya. Semua harus dilewati seperti anak tangga. Satu-persatu, jangan lompat-lompat karena kalau melompat kemungkinan terpelesetnya tinggi. Jadi sabar," jelasnya.
Β
CT pun menyindir kaum muda zaman sekarang yang inginnya serba instant. Menurut CT, rasa ketidaksabaran itu memang budaya orang Indonesia sejak lama.
"Kebanyakan kawan-kawan sekarang tidak sabar. Itu culture orang Indonesia. Mungkin kebanyakan makan mie instant, jadi maunya serba instant," imbuhnya.
"Kalau ditanya, anak muda zaman sekarang cita-citanya ingin jadi kaya. Waktu zaman saya tidak ada yang cita-citanya ingin kaya," ujarnya.
(ang/hen)











































