Bahlil 'Sang Mantan Sopir Angkot' Tes Mental Pengusaha Muda di d'Preneur

d'Preneur Spesial Surabaya

Bahlil 'Sang Mantan Sopir Angkot' Tes Mental Pengusaha Muda di d'Preneur

Rista Rama Dhany - detikFinance
Minggu, 14 Jun 2015 14:00 WIB
Bahlil Sang Mantan Sopir Angkot Tes Mental Pengusaha Muda di dPreneur
Surabaya - Acara d'Preneur yang digelar di Dyandra Convention Center, Surabaya diramaikan dengan stand-stand dari pengusaha muda Surabaya. Salah satu Soundshusky, usaha jas dan kemeja pria yang didirikan 2 pemuda berumur 20 tahun Kafin Rifqi dan Andre Wurdianto.

Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Bahlil Lahadalia yang menjadi salah satu pembicara di d'Preneur, menyempatkan diri mengunjungi stand Soundshusky, di Dyandra Convention Center, Jalan Basuki Rahmat, Surabaya, Minggu (14/6/2015)

"Wah bagus nih jas-nya, tapi kebesaran, ada tidak ukuran lebih kecil, ukuran S?" kata Bahlil ke Andre.

"Nggak ada Pak," kata Andre.

Mendengar ucapan dari pemilik Soundshusky, Bahlil meminta jas yang ingin ia beli, agar dipotong sedikit lengan bajunya, supaya lebih pas ukurannya.

"Oh ya sudah, kalau di potong bisa tidak?" kata Bahlil lagi.

"Yah nggak bisa pak," ucap Andre lagi.

"Ok, kalau begitu saya mau beli ini kalau lengan bajunya di potong, saya keliling-keliling lagi," ujar Bahlil sambil berlalu.

Bahlil lalu mengunjungi stand UKM lain di d'Preneur, ia tertarik melihat batu cincin yang dibuat oleh pelajar SMK 12 Surabaya, Bahlil pun merogoh koceknya untuk membeli seharga Rp 200.000.

Usai berkeliling, Bahlil kembali ke stand Soundshusky. Ternyata Andre dan Rifqi sudah menyiapkan jas yang dipilih Bahlil tadi dan telah dipotong lengan bajunya.

Ternyata selama Bahlil berkeliling, Andre dan Rifqi pergi membeli gunting dan benang jahit untuk bisa memotong lengan jas yang dipilih Bahlil tadi.

"Nah, ini keren. Kamu tahu, jas ini bagus sekali kualitasnya, kalau di Jakarta dan dijual di mal, harganya bukan lagi Rp 500.000, tapi Rp 5 juta, saya serius, ini jas bagus sekali," kata Bahlil.

"Pelajaran bagi kalian, mau usaha sukses itu, nggak boleh bilang nggak kepada pelanggan, pelanggan nomor satu," ucapnya.

Bahlil mengatakan, dirinya memang sengaja menguji mental wirausaha kedua pengusaha muda ini. "Saya sengaja ngetes, biar jiwa wirausaha terasah," kata pengusaha dari mantan sopir angkot asal Papua ini.

(rrd/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads